Virus ASF Serang Ternak Babi Sulut, Gubernur Olly Siapkan Sejumlah Langkah Antisipatif

oleh -705 Dilihat

PODIUMUTAMA-SULUT, Menyikapi persoalan yang terjadi perihal Virus ASF yang menyerang ternak Babi di Sulawesi Utara (Sulut) Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyiapkan sejumlah langkah. Diantaranya stimulus untuk mengatasi dampak ekonomi masyarakat.

“Mekanismenya sementara dibahas,” kata Gubenur Olly Dondokambey beberapa waktu lalu.

Menurut orang nomor satu di Sulut itu, semua harus berlaku sesuai mekanisme. Pihaknya tak bisa sembarangan bertindak.

“Karena tidak bisa keluar dari kantong kita, yang ada kita jadi salah kalau kita main kasih kasih,” katanya.

Menurut dia, masalah tersebut punya dampak sosial yang besar di Sulut. Peternak Sulut umumnya masyarakat.

Langkah lainnya menurut Olly Dondokambey adalah membuat gerakan mari jo makan babi.

Hal tersebut penting untuk mengkampanyekan bahwa makan babi tak berbahaya.

Diketahui virus ASF tidak berjangkit pada manusia. Tapi tentunya dengan pengolahan yang baik, maka mestinya daging babi aman dikonsumsi.

Olly Dondokambey meminta warga patuh pada pemerintah untuk menghalau virus ASF.

“Peternak harus tertib, belajar dari pengalaman waktu Covid 19 bisa terkendali karena masyarakat tertib,” katanya.

Pemprov Sulut bergerak cepat pasca ditemukannya virus ASF di Sulut. Dimana pada Kamis (27/7/2023), Distanak Pemprov Sulut turun ke sejumlah sentra peternakan babi di Minahasa, Minsel dan Tomohon. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan, tim membagi disinfektan serta poster penerangan tentang ASF dan cara pencegahannya.

“Ini upaya pemerintah untuk mencegah menyebarnya virus ini dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata dia.

Desa desa yang didatangi adalah Desa Tolok, Kecamatan Tompaso, Minahasa, Desa Kombi, Pasar Beriman Tomohon, Desa Talikuran dan Talikuran Satu Minahasa, Kelurahan Tara Tara, Tara Tara 1,2 dan 3, Tomohon dan Desa Rumoong Atas, Tumaluntung, Tumaluntung Satu, Kecamatan Tareran Minsel.

Terinformasi, Pemprov Sulut melalui Asisten III telah melakukan rapat konsultasi mengenai pengendalian dan pencegahan penyakit hewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.