Bupati Joune Ganda Komit Lindungi Keselamatan Masyarakat, BPBD Minut Uji Publik Dokumen Renkon Gempa dan Tsunami

oleh -239 Dilihat

 

PODIUMUTAMA-MINUT, Perihal dokumen rencana kontingensi bencana gempa bumi dan tsunami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut menggelar kegiatan semiloka, Selasa (22/08/2023) di ruang rapat kantor Bappeda Kabupaten Minahasa Utara.

Sebelumnya, BPBD Minut melakukan sejumlah kegiatan penyusunan dokumen Renkon, maka dari itu dianggap perlu dilakukan pengujian dengan tujuan memastikan bahwa rencana kontingensi ini sudah sesuai untuk dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Minut Theodore Lumingkewas dalam laporannya, mengatakan bahwa maksud dari kegiatan Semiloka Renkon Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Minahasa Utara adalah sebagai sarana uji publik yang memiliki manfaat khusus dalam menguji kesiapan organisasi atau komunitas dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

“Tujuannya, memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang bagaimana mengembangkan, mengimplementasikan dan menguji rencana kontingensi yang efektif dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami,” Ucap Lumingkewas.

Disamping itu, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana diwakili Muhammad Andrian selaku Analis Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Kesiapsiagaan BNPB mengatakan dalam sambutannya, dengan terbitnya SPM Peraturan Menteri Dalam Negeri tahun 2016, standar teknis pelayanan dasar pada standar pelayanan minimum (SPM) pada sub urusan bencana Daerah Kabupaten/Kota, bahwa penyusunan Rencana Kontingensi menjadi bagian dari urusan wajib dilaksanakan oleh Pemda.

“Rencana kontingensi merupakan dokume hidup yang merupakan komitmen bersama dan yang telah disepakati oleh para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana. Renkon ini butuh kolaborasi yang dimiliki antar OPD yang kita satukan menjadi dokumen yang komprehensif sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya mewakili direktur kesiapsiagaan BNPB.

Sementara itu, Bupati Joune Ganda dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Umbase Mayuntu menuturkan bahwa kegiatan Semiloka Rencana Kontingensi Gempa Bumi dan Tsunami merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemanusiaan di tengah ancaman bencana yang tidak dapat diprediksi datangnya.

Lanjutnya, rencana kontingensi Gempa Bumi dan Tsunami adalah dokumen strategis yang merinci langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi bencana alam tersebut. dokumen ini mencakup identifikasi risiko, perencanaan tindakan darurat, koordinasi tim, dan pemulihan pasca-bencana. Rencana kontigensi ini sangat penting karena dapat membantu meminimalkan kerusakan fisik, melindungi nyawa manusia, dan mempercepat pemulihan pasca-bencana.

“Kehadiran kita di kegiatan Semiloka hari ini adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat dan harta benda, sebagai negara yang terletak di jalur cincin api pasifik, Indonesia memiliki potensi risiko gempa bumi dan tsunami yang sangat tinggi. Oleh karena itu, persiapan dan perencanaan yang matang adalah suatu keharusan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati dan Wakil Bupati, saya menyampaikan apresiasi, atas inisiasi dan prakarsa kegiatan ini, sebagai antisipasi dan persiapan langkah-langkah preventif terhadap risiko bencana,” Ujar Asisten 1.

Terpantau, pada kegiatan tersebut banyak masukan dan koreksi dalam penyempurnaan draft final dokumen rencana kontingensi Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Minahasa Utara sebelum dijadikan dokumen daerah yang dilegitimasi menjadi Peraturan Bupati tentang rencana kontingensi untuk ancaman Tsunami akibat Gempa Bumi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, perwakilan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi, Kadis Pangan Jimmy Kuhu, Kadis Dankar, Pabung Kodim 1310 Bitung, Lanudal Manado, perwakilan Basarnas Sulut, BMKG dan PVMBG Manado, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Manado-Minut-Bitung, BPS, Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado, Unit SAR Sulut, Media dan sejumlah OPD terkait diantaranya Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Kabag Hukum serta para Camat.

Pergelaran kegiatan ini pula didukung juga oleh Bank Dunia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.