Dinilai Layak Pimpin Minut 2 Periode, Joune Ganda Dianugerahi Gelar Adat oleh Dewan Kehormatan Suku Bajo

oleh -415 Dilihat

 

PODIUMUTAMA-MINUT, Puji syukur kepada Opo wana Natase (Oh Allah yang Maha Tinggi) Calon Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dianugerahi gelar Adat Dewan Kehormatan Danakanke Suku Bajo Minut, Kamis,(14/11/2024) di Bunging Gusoang Pote(Pasir Putih) Desa Nain Pulau Bagu.

Penyematan gelar adat oleh dewan kehormatan Danakanke Suku Bajo, karna JG sapaan akrab Ganda dinilai layak memimpin Kabupaten Minut untuk 2 periode.

Ketua Adat Suku Bajo, Fildani Pitola, mengatakan dipilihnya Joune Ganda dianggap bisa memimpin Minut terlebih khusus warga Desa Nain yang didalamnya terdapat Suku Bajo, Siau dan Sangihe.

“Kami menaruh harapan besar kepada Joune Ganda, untuk memimpin Minut, terlebih khusus dapat memimpin suku Bajo, mengayomi bahkan ikut melindungi Suku Bajo di Minut,” ujar Fildani Pitola yang juga Ketua Posbi (Perkumpulan Suku Samah Bajo Idonesia) Sulut.

Penganugerahan gelar adat ini ditandai dengan dikenakannya, Badu Adat Bajo oleh Ketua Adat Bajo Fildani Pitola kepada Joune Ganda.

Pitola menjelaskan, makna dari baju adat yang terdiri dari ‘Bidang Pasirip’ atau ‘Kain Miring’ adalah untuk merangkul masyarakat Minahasa Utara. Sigar atau kopiah merupakan kapal untuk memuat masyarakat Minut untuk menuju satu tujuan yang pasti.

Sedangkan salendang atau tongkat kehormatan bermakna untuk menjaga kearifan lokal Suku Bajo untuk memimpin Minut.

“Badu adat Bajo ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kami, dimana kami mendambakan Joune Ganda sebagai tokoh adat Bajo dapat membawa kami lebih maju dan sejahtera,” ujar Pitola didampingi tokoh adat penasehat Hi. Arsidin Djamada.

Diketahui, Joune Ganda yang merupakan Bupati definitif di Kabupaten Minut, adalah figur yang begitu menghormati budaya kearifan lokal dimana sebelumnya JG secara adat Tonsea diberi gelar sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian itu, gelar tersebut diberikan oleh Pakasaan Makasiow Paimpulan Ne Tonsea .
dalam ritual adat “Paimpuluan Ne Tonsea”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.