Dampingi Kelompok Tani, Kadis Pertanian Bertha Katuuk Genjot Produktivitas Jagung di Minahasa Utara

oleh -646 Dilihat
Dampingi Kelompok Tani, Kadis Pertanian Bertha Katuuk Genjot Produktivitas Jagung di Minahasa Utara.

PODIUMUTAMA-MINUT, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, melalui Dinas Pertanian yang dikepalai Bertha Katuuk, terus menggenjot produktivitas panen jagung yang ada di Tanah Tonsea.

Terkini, Kolaborasi dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman (BRMP) Seralia Maros-Sulawesi Selatan, melakukan pendampingan menanam jagung bagi Kelompok Tani (KT) Galean Jaya Dimembe, Kecamatan Dimembe Minut, Senin (26/10/2026).

Katuuk mengatakan, PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) adalah program modernisasi pertanian berbasis pendekatan presisi dan terukur yang diterapkan oleh Kementerian Pertanian melalui BRMP Serealia, Maros (Sulsel).

“Pelaksanaan kegiatan PM-AAS pada komoditas jagung berlokasi di KT Galean Jaya, ini merupakan salah satu kegiatan Competitive Grand Budidaya tanaman Jagung, dimana jagung merupakan salah satu pendukung Pendukung ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) yang diusung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Bank Dunia (World Bank)” jelas Katuuk kepada wartawan media ini.

Katuuk menguraikan, bahwa dari tiga lahan yang menerapkan PM-ASS dengan total keseluruhan luas 5 hektare (Ha) yang baru ditanami baru sekitar 3 Ha.

“Biasanya produktivitas jagung di Minut rata-rata ada di angka 6,3-7 ton/Ha, melalui kegiatan ini target produksi bisa dua kali lipat, atau ada di angka 14-15 ton/Ha” imbuhnya.

Katuuk menambahkan, PM-ASS salah satu kegiatan Competitive Grand Budidaya tanaman Jagung Pendukung ICARE dengan luasan 5 ha yang mencakup beberapa aspek utama:

• Peningkatan Produktivitas: Menggenjot hasil panen per hektar melampaui rata-rata konvensional (mencapai potensi 12-15 ton/ha, tergantung varietas), adapun varietas yg digunakan adalah Jakarin (komposit) dan JH 31
• Efisiensi Usaha Tani: Mengoptimalkan penggunaan input produksi seperti benih, pemupukan, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
• Dukungan Swasembada Pangan: Mempercepat peningkatan produksi jagung dan serealia nasional untuk menekan ketergantungan impor.

• Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB): Memanfaatkan benih bermutu tinggi dan tahan penyakit.
• Pola Tanam Presisi: Mengatur populasi tanaman yang rapat dan seragam, teknik budidaya terstandar, serta pengelolaan lahan yang disesuaikan dengan agroekosistem setempat.(OSM)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.