PODIUMUTAMA-MINUT, Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda secara langsung mengungkapkan kekecewaannya terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya bekerja tak maksimal.
Hal tersebut diutarakan Bupati Joune Ganda usai ibadah oikumene bersama para kepala OPD di Pendopo Kantor Bupati, Senin (25/10).
Diungkapkan Bupati Joune Ganda, salah satu kinerja tak maksimal OPD terkait target vaksinasi di Kabupaten Minut yang pendataannya berbeda jauh dengan pemerintah pusat.
“Jumlah vaksinasi masih dibawah target yang ditetapkan oleh Kementerian padahal vaksin cukup. Bahkan ada pernyataan Gubernur, apabila menjelang natal vaksinasi Minut kurang dari 70 persen maka tidak boleh melakukan ibadah perayaan natal. Saya mengharapakan kerjasama dari seluruh OPD, karena PPKM mengganggu kita dalam meningkatkan percepatan pembangunan dan perekonomian,” kata Bupati.
“Saya minta pendataan lebih detail, kerahkan Camat dan Lurah untuk mendata setiap desa. Perbedaan data dari Minut dengan yang di input Kementerian berbeda jauh. Data sesuai KTP kita, vaksinasi sudah 53 persen. Tapi data di Kementerian baru 36 persen,” sambung Bupati.
Menurut Bupati, salah satu kinerja OPD yang tak maksimal tersebut merugikan dan menghambat kegiatan bersifat nasional yang akan dijalankan di Minut.
“Apalagi kedepan ada kegiatan nasional dan rencana kedatangan Presiden. Saya khawatir kalau target vaksinasi tidak tercapai maka tidak mampir ke Minut dan kegiatan nasional di-pending karena target vaksinasi menjadi salah satu persyaratan,” ujar Bupati Joune Ganda.
Diungkapkan Bupati Joune Ganda, sejak memimpin Minut dirinya bersama Wakil Bupati Kevin Lotulung selalu memperhatikan kinerja OPD dalam menunjang program pemerintah.
“Saya selalu memperhatikan, upaya dari kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan pemerintahan. Jauh lebih sering bekerja kita dan lebih lama dibandingkan Kepala OPD. Saya juga melihat dalam setiap proses perencanaan, ada aja Kepala OPD yang sengaja melambatkan. Bahkan ada OPD yang berpikir tidak pernah dipanggil Bupati, tidak pernah melaporkan apa yang dikerjakan. Padahal kami sangat terbuka kapan dan dimana saja untuk menerima laporan. Jadi jangan berpikir kami tidak memperhatikan, saya pasti akan evaluasi,” tegas Bupati Joune Ganda.
Diungkapkan Bupati Joune Ganda, akan sulit pimpinan daerah dalam bekerja dengan masa periodesasi yang tidak panjang serta opini tidak wajar dan pandemi Covid-19.
“Setiap kali kami koordinasikan ke Jakarta, selalu terkendala dengan hal yang saya sebutkan tadi. Usulan dana PEN Minut ditolak karena Minut Opini tidak wajar. Saya berusaha untuk mengakselarasi. Kalau dalam satu tim tidak bisa bekerjasama terpaksa ganti tim,” sambung Bupati.
Oleh karena itu Bupati pun berharap, OPD bisa seirama dalam bergerak bersama pimpinan daerah dalam membangun Minut.
“Sekali lagi saya pada kesempatan ini, berharap kita bisa seirama dalam bergerak. Kalau kita tidak seirama maka agak sulit, harus cari yang seirama. Seirama bukan berarti suka atau tidak suka, tapi masalah kinerja,” pinta Bupati.
“Semoga apa yang menjadi komitmen kita untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik sebagai aparatur sipil negara, kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati pilihan rakyat yang diharapkan untuk bisa membantu menjadi lebih baik, bisa kembali menunjukan komitmen dalam membangun Minut,” tutup Bupati Joune Ganda.






