Turunkan Angka Stunting, Rizya Ganda Davega Turun di Desa Makalisung Beri Edukasi Masyarakat

oleh -272 Dilihat

PODIUMUTAMA-MINUT, Ketua tim penggerak PKK Minut Rizya Ganda Davega turun langsung di Desa Makalisung, Jumat (24/06/2022) dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Minut.

Dalam giat yang dikoordinasikan bersama Dinas PPKB, Dinas Kesehatan , Dinas sosial PMD, dinas pangan dan capil tersebut, Rizya Ganda Davega memberikan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan pola hidup sehat bagi ibu hamil.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu lama,” kata istri tercinta Bupati Minut Joune Ganda

Menurut Rizya, kurangnya stimulus psikososial anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal dan menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit di masa depan dan beresiko menurunkan produktivitas.

“Penanganan stunting saat ini perlu dilakukan mndesak melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif pada sasaran 1.000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan,” tutur Rizya.

Lanjut dikatakan Rizya, melihat kondisi stunting di masyarakat saat ini, maka perlu fokus dan terarah dalam pencegahan dan penurunan stunting. Agar anak-anak Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal dengan disertai kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Oleh karena itu, marilah kita semua satukan tekad dalam percepatan menurunkan stunting dengan adanya komitmen dan visi dari kepemimpinan daerah. Selain itu, adanya kampanye dan komunikasi dan perubahan perilaku, adanya konvergensi dan konsolidasi program sampai ke masyarakat. Adanya ketahanan pangan dan gizi di masyarakat, adanya pemantauan dan evaluasi secara rutin dan terpadu oleh kita semua,” tukas Rizya.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu lama,” kata istri tercinta Bupati Minut Joune Ganda

Menurut Rizya, kurangnya stimulus psikososial anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal dan menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit di masa depan dan beresiko menurunkan produktivitas.

“Penanganan stunting saat ini perlu dilakukan mndesak melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif pada sasaran 1.000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan,” tutur Rizya.

Lanjut dikatakan Rizya, melihat kondisi stunting di masyarakat saat ini, maka perlu fokus dan terarah dalam pencegahan dan penurunan stunting. Agar anak-anak Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal dengan disertai kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Oleh karena itu, marilah kita semua satukan tekad dalam percepatan menurunkan stunting dengan adanya komitmen dan visi dari kepemimpinan daerah. Selain itu, adanya kampanye dan komunikasi dan perubahan perilaku, adanya konvergensi dan konsolidasi program sampai ke masyarakat. Adanya ketahanan pangan dan gizi di masyarakat, adanya pemantauan dan evaluasi secara rutin dan terpadu oleh kita semua,” tukas Rizya.(ADVERTORIAL) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.