PODIUMUTAMA-MANADO, Peserta turnamen Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 yang memperebutkan piala Presiden Joko Widodo, melayangkan protes kepada panitia pelaksana yang dinilai tidak profesional.

Ketua Team Ivory Paris, Reymond Sanny Wijoyo menuliskan kekecewaan terhadap panita melalui surat yang ditujukan untuk Ketua Panitia Likupang North Sulawesi International Fishing Competition Tinneke Adam.

Dalam isi surat tersebut, Team Ivory Paris mengajukan keberatan dan protes tentang perubahan waktu penimbangan ikan yang sudah disepakati bersama seluruh peserta dan panitia, saat technical meeting pada 14 September.
Dimana dalam technical meeting tersebut, disepakati terkait waktu memasukan ikan namun diubah mendadak secara sepihak oleh panitia pada hari kedua kompetisi.
“Ada beberapa hal yang sangat saya sayangkan dimana kami dari Team Ivory Paris dan ada beberapa tim yang lain, yang kami alami kami memasukan ikan sebelum waktu yang ditentukan oleh panitia pukul 17.00 dengan konsekuensi 17.30 namun pada kenyataannya pada hari kedua panitia membuat peraturan sendiri dengan menambah panjang waktu pemasukan hasil tangkapan ikan menjadi pukul 19.00 tanpa ada persetujuan dari kami seluruh peserta,” ungkap Reymond Sanny Wijoyo.
Menurut Sanny, keputusan mengubah waktu tersebut diinformasikan panitia hanya lewat WhatsApp grup.
“Kami yang berada di lautan belum tentu ada signal,” tutur Sanny.
Meskipun demikian, dirinya mengaku bangga telah ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
“Kami dari tim Ivory Paris mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Sulut khususnya kepada Gubernur Olly Dondokambey dan beberapa pihak yang sudah dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan di Likupang, Biaro dan finish di Manado,” tutupnya.






