PODIUMUTAMA-MANADO,Guna memutuskan penyebaran Covid-19, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) terhitung Rabu 13-01-2021 para pengunjung, ASN, THL dan wartawan wajib tunjukan surat bebas Covid-19 atau surat rapid antigen.
“Yang pertama, ada kebijakan dari bapak gubernur yang sudah kita tau bersama ada larangan untuk pejabat dan ASN untuk ke luar daerah dan dalam daerah untuk sementara waktu karena tingginya tambahan khasus virus corona. Kemudian petunjuk pak ketua dewan yang searah dengan pak gubernur dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 maka di kantor DPRD ini, kita akan berlakukan penerimaan tamu dari pimpinan dan anggota dewan serta sekertariat dewan harus menunjukkan hasil rapid antigen tetapi kalau tidak dilayani di kantor ini sebelum bertemu dengan pimpinan dan anggota,” kata sekertaris dewan (Sekawan) DPRD Sulut, Glady Kawatu di kantor DPRD Sulut, Selasa (12/1).
Kawatu menambahkan, hal ini pun berlaku juga untuk jajaran pers yang akan bertemu dengan anggota dewan harus menunjukkan surat rapid antigen.
“Ini termasuk juga termasuk jajaran pers yang akan bertemu dengan anggota dewan diruangnya atau di dalam kantor mengikuti mekanisme rapid antigen. Hari ini juga Dinkes melatih tenaga medis yang ada di sekertariat dewan baik perawat dan dokter sehingga mulai esok kita akan berlakukan penerimaan tamu dengan menunjukkan surat rapid antigen dan kalau tidak akan dilayani disini untuk bertemu dengan anggota DPRD. Diluar kantor silakan termasuk pers tapi kalau masuk kedalam kalau bertemu dengan pimpinan harus menunjukkan surat rapid antigen,” ujar Kawatu.
Lanjut dikatakan Kawatu, pak gubernur juga membatasi semua kegiatan termasuk pembatasan orang.
“Oleh karena itu saya meminta kepada teman-teman pers dan akan menyurat ke pimpinan Forwad kalau tidak ada agenda dibatasi 50 persen wartawan yang hadir. Karena hal itu pun kami juga mengatur untuk staf sambil menunggu edaran resmi dari Pemprov melalui badan keuangan. Demikian juga pada pelaksanaan paripurna, semua tamu yang mengikuti paripurna akan kita test rapid antigen, kemudian bagi jajaran pers perwakilan 10 orang yang masuk di dalam ruangan juga mengikuti rapid tes antigen itu juga yang akan dipergunakan untuk melakukan preskonfres dengan bapak gubernur” tutup Kawatu.






