PODIUMUTAMA-MANADO, Guna menjabarkan surat edaran pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait vaksinasi covid-19, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Selasa, (2/3) menerima suntikan vaksin covid-19 di gedung DPRD Sulut.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, Steaven Dandel mengatakan, anggota DPRD yang terdaftar untuk di vaksin pada hari ini ada 16 orang. Yang sudah tersuntik vaksin 14 orang dan 2 orang tidak lulus screening.

“Anggota DPRD yang terdaftar untuk di vaksin ada 16 orang. Yang sudah tersuntik vaksin 14 orang dan 2 orang tidak tersuntik karena tidak lolos screening,” kata Dandel.
Dandel menambahkan, tahapan vaksinasi ada dua gelombang, gelombang pertama dan kedua. Tiap gelombang itu ada dua tahap yaitu untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) sudah diselesaikan bulan februari, tinggal menyelesaikan suntikan dosis kedua.
“Untuk tahap kedua itu targetnya pelayan publik, salah satu pelayan publik masuk kriteria adalah anggota dan pimpinan DPRD. Di Sulut ada empat ratus empat puluh sekian anggota termasuk kabupaten dan kota sehingga kami mengupayakan di DPRD provinsi diadakan vaksinasi terpusat. Sebenarnya anggota dewan terhormat bisa langsung ke fasilitas-fasiltas kesehatan tetapi dengan berbagai pertimbangan kesibukan mereka jadi kami membuka posko ini,” ungkap Dandel.
“Jadi untuk ada anggota dewan yang belum di vaksin tentunya kita akan melihat. Karena teman-teman vaksinator punya jadwal penyuntikan. Jadi kita melihat apa besok sudah ada yang kosong untuk balik lagi ke kantor DPRD untuk mengadakan penyuntikan dan menyelesaikan target,” sambung Dandel.
Lanjut dikatakan Dandel, hingga saat ini surat vaksinasi belum bisa menjadi prasyarat bagi perjalanan baik transportasi darat, laut dan udara.
“Untuk anggota dewan yang sudah memiliki surat vaksinasi, belum menjamin surat tersebut bisa di pakai untuk perjalanan dinas ke luar daerah. Sudah ada terbit peraturan menteri kesehatan untuk mengakomodir itu, tapi itu belum menjadi kebijakan satgas covid nasional. Tetap memakai surat edaran lama untuk memakai surat keterangan bebas covid-19. Nanti kedepan karena sudah ada dasar hukum peraturan menteri kesehatan ini, pasti akan diadakan perubahan untuk surat peredaran. Tetapi berlaku hanya yang sudah menyuntik dosis kedua,” tutup Dandel.
Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Silangen menghimbau untuk 45 anggota DPRD Sulut untuk di suntik vaksin.
“Saya sudah vaksin duluan, saya menghimbau untuk 45 anggota dewan di vaksin. Vaksin aman tidak ada komplikasi yang membahayakan. Dan saya sudah maksuk pada vaksin ke dua pada hari Jumat nanti bersama Forkompinda. Suntik vaksin di Sulut bertahap jadi kemarin SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) sekarang pejabat publik. Memang vaksin program untuk seluruh rakyat Indonesia dan dilakukan secara bertahap,” imbuh Silangen.
Silangen menambahkan untuk kejadian ikutan pasca imunisasi (Kipi) tidak ada.
“Kipi ditahap pertama tidak merasakan sangat berarti untuk mempengaruhi aktivitas, biasa-biasa saja abis vaksin langsung observasi 30 menit langsung jalan biasa dan memang sampai saat ini tidak ada komplikasi yang berarti yang kita temukan ketika vaksin dicanangkan untuk seluruh Indonesia. Tidak pernah saya mendengar berita, lihat di laporan-laporan mengenai efek vaksinasi ini. Jadi saya tegaskan semua anggota dewan akan di vaksin, wartawan kan juga akan divaksin. Untuk seluruh masyarakat sudah pada saatnya atau kesempatan di vaksin harus ikut dan jangan takut atau menolak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah provinsi karena sudah memfasilitasi penyuntikan vaksin covid-19 ini.
“Saya bersyukur pemerintah provinsi dalam hal ini dinas kesehatan memfasilitasi dengan baik. Sesuai dengan surat edaran dari pemerintah pusat ini termasuk di dalamnya pejabat publik, pimpinan dan anggota DPRD sudah diprioritaskan untuk vaksin pada hari ini dan tentu kita berharap akan mengoptimalkan kinerja. Dan rasanya akan lebih aman ketika anggota DPRD sudah di vaksin karena memang sejujurnya dalam kondisi pandemi ini ada rapat-rapat dilakukan secara tidak virtual,” kata Kawatu.
Kawatu menambahkan, dengan adanya proses penyuntikan vaksin untuk pimpinan dan anggota DPRD, ketika bersentuhan dengan masyarakat dan konsituen bisa terjaga kesehatannya.
“Tentu atas nama pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan terimakasih kepada pak gubernur, pak sekertaris provinsi dan dinas kesehatan sudah memfasilitasi vaksinasi di kantor DPRD. Untuk anggota Komisi 2 DPRD Sulut nanti di vaksinasi pada hari Jumat nanti di kantor gubernur karena hari ini melaksanakan kunjungan kerja, begitu juga dengan anggota DPRD Sulut yang belum berkesempatan di vaksin pada hari ini,” tutup Kawatu.







