PODIUMUTAMA-MANADO, Revitalisasi anjungan milik pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang ada di Taman Mini Indonesia Indah sudah menelan anggaran kurang lebih Rp.40 Miliar, tapi sangat disayangkan kondisi kekinian dari anjungan tersebut malah memprihatinkan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stela Runtuwene, ia menyesalkan proyek revitalisasi yang sudah menelan uang puluhan miliar milik rakyat tapi terkesan asal jadi,
“Baru-baru ini saya melakukan kunjungan ke Jakarta dan melihat secara langsung kondisi terkini dari anjungan milik Sulut yang ada di TMII, sudah menelan anggaran yang banyak tapi bangunannya menurut saya tidak sesuai, dan tak kunjung selesai, banyak tiang yang menurut saya itu tidak dibutuhkan, karena tiang itu kan hanya untuk menyangga rumah adat yang terbuat dari kayu, untuk tangganya saja bergoyang, sangat disayangkan anggaran sebesar itu hanya untuk membuat tiang, anggaran bisa digunakan untuk membangun Sulut” tegas Runtuwene dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama PPK Dinas PUPR, Senin (19/4) sore.

Sementara itu personel komisi tiga lainnya, Ayub Ali menyayangkan ke tidak hadiran pihak pelaksana, yakni kontraktor pemenang tender PT Maju Karya Mapalus
dan Konsultan pengawas PT. Bintang Perkasa Sejati
“Tidak mengundang pihak ketiga sebagai pemenang tender, kalo pembicaraan ini bersama mitra, saya rasa nanti ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab Cipta Karya, ini yang saya khawatirkan pertemuan ini tidak ada gunanya, karena sasaran kita pihak ketiga, bukan masalah sasaran akrena pertanyaan banyak fokus di situ, karena menyangkut tahap tender, ada catatan dari komisi 3, menyangkut design, perawatan karena belum dipakai sudah hancur, jangan sampai uang rakyat Sulut habis” sambung politisi PAN itu,

Hengky Manumpil sebagai PPK dalam proyek revitalisasi tersebut mengatakan, pihaknya telah mengundang kontraktor pelaksana untuk hadir dalam RDP tersebut namun berhalangan,
“ Permintaan dari komisi sudah kami sampaikan tapi Direktur perusahaan lagi ke rumah duka” terangnya,






