PPK Proyek Revitalisasi Anjungan Sulut di TMII Akui Kondisi Bangunan yang Belum Optimal

oleh -264 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MANADO, PPK proyek revitalisasi anjungan Sulawesi Utara (Sulut) di TMII akui kondisi bangunan yang belum optimal, dimana belum lama ini legislator DPRD Sulut Stella Runtuwene menemukan tangga yang bergoyang, tiang-tiang yang terlalu banyak serta ukuran yang tidak sama.

“Design awal dari Biro Infrastruktur, hasil kurang bagus itu memang betul, memang ada cacat-cacat “ ucap Kabid Cipta Karya Hengky Manumpil yang juga PPK dalam proyek tersebut, saat diwawancarai media ini, Rabu (21/4) siang.

Menurut Manumpil, terdapatnya tiang yang banyak dan terlihat tidak estetika menurut pandangan mata orang kebanyakan itu, sudah disesuaikan dengan kondisi tanya yang ada di lokasi,

“Kondisi tanah daerah rawah, hasil sonde, lapisan tanah keras di 21-25, rekom konsultan gunakan tiang pancang, setiap dua titik yang diamter 40, di satu tiang menyangga 2 titik fondasi bor, Itu memang banyak, karena pekerjaan fondasi dalam. Itu kan daerah rawah, tanah keras di 22 meter, design awal memang sudah ada kami menindaklanjuti” tambahnya.

Diketahui, Revitalisasi anjungan pemerintah provinsi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)Jakarta dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 60 miliar pada APBD tahun 2018. Dan informasinya di tahun anggaran 2021 ini ada permintaan penambahan anggaran sekitar Rp. 19,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.