Sorotan Tajam Komisi III Soal Revitalisasi Anjungan TMII, Tenggelam di Rapat Pansus LKPJ

oleh -263 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA.COM – Sorotan tajam Komisi III DPRD Sulawesi Utara (Sulut) pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bidang Cipta Karya dinas PUPR belum lama ini terkait proyek revitalisasi anjungan Sulut yang ada di TMII seolah tenggelam dalam rapat panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut Tahun 2020, yang dihadiri dinas terkait yakni Dinas PUPR, Jumat (23/4).

Terpantau PODIUMUTAMA.COM, Rapat yang dipimpin Ketua Pansus Rocky Wowor serta dihadiri Wakil Ketua Pansus Nick Lomban, bersama anggota Herry Rotinsulu, Vonny Paat, Sandra Rondonuwu, Sjenny Kalangi, Cindy Wurangian, Raski Mokodompit, Amir Liputo, Hilman Idrus, dan Ronald Sampel, serta Melisa Gerungan, sama sekali tidak menyentil proyek revitalisasi anjungan yang sudah menelan anggaran sekira Rp 40 miliar.

Berbanding terbalik dengan RDP komisi III, Amir Liputo dan Raski Mokodompit personil Komisi III yang membidangi pembangunan tersebut tampak bungkam. Padahal dalam RDP sebelumnya, kedua legislator yang dikenal vokal tersebut, terlihat begitu menggebu-gebu melontarkan beragam pertanyaan pada Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Hengky Manumpil.

Kepala Dinas PUPR, Adolf Tamengkel

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Adolf Tamengkel yang diwawancarai sejumlah wartawan usai rapat mengatakan proyek revitalisasi akan terus dilanjutkan, dengan rencana penambahan anggaran kurang lebih 19 Miliar yang akan dialokasikan pada Badan Penghubung.

“Kalau tahun ini sudah masuk anggarannya akan rampung tahun ini, diusulkan pada anggaran perubahan dan melalui Badan Penghubun” ungkap Tamengkel.

Saat ditanyakan wartawan terkait banyaknya tiang yang dinilai mubazir dan tidak estetik pada bangunan anjungan TMII, Tamengkel akui akan memperbaikinya.

“Itu akan dibuat menarik dan estetik” singkatnya.

Diketahui, komisi III menyoroti proyek resitasi anjungan Sulut yang ada di TMII yang dinilai tidak sesuai meski sudah sudah menelan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar, dimana kondisi tangga yang bergoyang serta banyaknya tiang dengan ukuran yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.