Dinilai Hasil Pembangunan Tak Memuaskan , Stella Runtuwene Minta Pansus LKPJ Kunjungi Anjungan Sulut di TMII

oleh -225 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MANADO, Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Tahun 2020 Stella Runtuwene meminta agar adanya kunjungan pansus ke Jakarta untuk melihat secara langsung proyek revitalisasi anjungan milik Sulawesi Utara (Sulut) di TMII.

Hal tersebut terdengar saat rapat Pansus LKPJ bersama badang penghubung diruang paripurna DPRD Sulut , dikatakan Stella pembangunan yang dinilai tak memuaskan karna terlihat tidak estetik dengan adanya banyak tiang yang dinilai tidak memiliki fungsi, serta kurang optimalnya hasil pengerjaan pihak ketiga dengan adanya tangga yang bergoyang dan ukuran badan tiang yang tidak sama,

“Memang penting sekali agar kita juga hadir dan bersama-sama ke
Anjungan Sulut TMII guna melihat secara langsung pembangunannya. Karena menurut saya itu, kita membangun sesuatu harus punya tujuan, fungsinya untuk apa? Dan benar-benar alokasi dana itu tepat sasaran. Itu yang terpenting, Jangan hanya kita membangun-membangun tapi tidak kena sasaran. Menurut saya, melihat pembangunan itu sangat-sangat pemborosan karena sangat disayangkan kalau fisiknya hanya terdiri dari tiang-tiang seperti itu, tidak ada manfaatnya, itu sangat boros anggaran,” jelas Stella merespons pernyataan Kepala Badan (Kaban) Penghubung
Provinsi Sulut, Christian Singal menyampaikan bahwa Pembangunan Anjungan Sulut di TMII sudah tepat sasaran atau sudah memenuhi kriteria dari perencanaan awal.

“Kalau tiang-tiang itu fungsinya hanya untuk menyangga rumah yang terdiri dari rumah kayu, buat apa kita buang anggaran sebesar itu, kita buat tiang-tiang segitu banyaknya dan ruangan itu tidak ada fungsinya sama sekali. Semuanya itu harus melalui perencanaan yang matang, jangan mubazir seperti itu karena masih banyak masyarakat Sulut yang berteriak. Intinya, perhatikan betul pembangunan Anjungan itu,” sambung legislator yang dikenal getol memperjuangkan aspirasi masyarkat itu .

Bahkan Runtuwene mengungkapkan keterangan yang disampaikan Kaban Perhubungan sangat bertolak belakang dengan apa yang dilihat Komisi III belum lama ini.
Menerima pertanyaan Stella, Kaban Perhubungan pun memaparkan pembangunan anjungan milik Pemprov Sulut di TMII yang dimulai pada tahun 2018 lalu dan rencananya pembangunan dilakukan selama 3 tahun.

“Pembangunannya mulai dari 2018, 2019, dan 2020. Anggaran yang ada pada Badan Penghubung itu sudah sesuai dengan perencanaan awal. Memang di awal pembangunan tahun 2018, itu dilakukan oleh Biro Perlengkapan, tahap kedua yakni 2019 itu diserahkan ke Badan Penghubung,” jelas Singal

“Jadi tahun 2019, kami Badan Penghubung sudah melakukan pembangunannya sesuai dengan apa yang direncanakan. Jadi memang kelihatannya belum selesai karena masih ada tahap ketiga yang belum dilaksanakan,” tambahnya.

Diketahui, dalam rencana awal total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk Anjungan Sulut TMII itu sebesar 60 miliar lebih dalam 3 tahun pembangunan.
Pada tahun 2020, lanjut Singal bahwa itu gagal lelang karena persoalan pandemi Covid-19.

“Jadi di tahun 2020, sebanyak dua kali gagal tender. Akhirnya ditunda di tahun 2021,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.