PODIUMUTAMA-MANADO, Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut Tahun 2020 terkesan tak tertarik untuk turun lapangan (Turlap) ke Anjungan Sulawesi Utara (Sulut) yang ada di TMII, Jakarta.
Pasalnya, tak ada dalam jadwal kunjungan check on the spot Pansus LKPJ untuk ke Jakarta melihat secara langsung kondisi anjungan Sulut yang menjadi sorotan dari komisi III DPRD Sulut dan anggota pansus sendiri saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas terkait, Dinas PUPR dan Badan Penghubung.
Ketua Pansus LKPJ, Rocky Wowor saat dikonfirmasi media membenarkan tak ada Turlap ke luar daerah khususnya untuk melihat secara langsung kondisi proyek revitalisasi anjungan yang ada di TMII.
“Iya, sesuai hasil rapat perdana internal kami pansus, diputuskan Turlap di dalam daerah saja. Itu keputusan anggota pansus yang didalamnya ada ketua-ketua fraksi, saya memutuskan apa yang menjadi keputusan bersama. Pertimbangan teman-teman dengan adanya trend kenaikan dari covid-19” ungkap Wowor.
Diungkapkan Rocky Wowor di awal rapat internal pansus, dirinya sudah mengusulkan untuk menggelar RDP di Jakarta bersama Badan Penghubung, agar bersamaan dengan check on the spot ke anjungan Sulut di TMII.
“Sebelumnya saya juga sudah usulkan agar RDP dengan Badan Penghubung dilaksanakan di Jakarta agar bisa sekalian melihat kondisi disana, namun keputusan bersama agar Badan Penghubung yang kesini, makanya RDP dengan mereka terjadwalkan hari Senin,” ungkap Wowor.
Sebelumnya, anggota pansus LKPJ Stela Runtuwene yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut terus menyorot proyek revitalisasi anjungan di TMII, yang telah menelan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar namun hasil pengerjaan yang tidak optimal.








