PODIUMUTAMA-MINUT, Bupati Kabupaten Minahasa Utara diberikan gelar adat kehormatan sebagai Tonaas Wangko, gelar tersebut diberikan oleh Pakasaan Makasiow Paimpulan Ne Tonsea .
Prosesi Penganugerahan digelar di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (1/5) siang. Digelar dengan menggunakan prosesi adat, yang sarat akan budaya asli Minahasa khususnya Tonsea. Dimana lagu Opo Wananatase yang diiringi merdunya alunan musik kolintang menggema di Kantor Bupati
Pakasaan Makasiow Paimpulan Ne Tonsea yang dipimpin oleh Hermanus Dendeng, memimpin jalannya prosesi adat tersebut bersama sesepuh adat lainnya, diantaranya dua mantan Bupati yakni Ramoy Luntungan dan Sompie Singal.

Prosesi yang berlangsung penuh hikmat tersebut , Sang pemimpin Paimpulan Ne Tonsea meminta dukungan seluruh rakyat Minut untuk Tonaas Wangko Joune Ganda yang adalah orang nomor satu di tanah Tumatenden,
“Cuma ini yang torang mo dengar, cuma Tonaas Wangko, setiap masalah yang ada di desa-desa torang selesaikan di desa, tidak semua harus Tonaas Wangko yang adalah Bupati musti urus, nanti jika ada masalah di desa dan tidak terselesaikan itu diteruskan di tingkat kecamatan baru ke jenjang selanjutnya dan ke Bupati” tegas Dendeng
Sementara itu, Bupati Joune yang diwawancarai sejumlah wartawan usai prosesi adat mengaku bangga atas pengukuhan tersebut,
“Pertama saya pribadi merasa sangat terharu, karena pengukuhan sebagai Tonaas Wangko ini memiliki makna yang sangat dalam, dalamnya bahwa saya diberikan tanggung jawab oleh tua-tua adat Makasio dimana mereka menitipkan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara, sehingga ini merupakan tanggung jawab yang besar” ucap Ganda
Diketahui prosesi pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda, Wakil Bupati Kevin Lotulung, Ketua DPRD Denny Lolong, Forkopimda, para asisten, para pejabat eselon dua, da dan Tenaga Ahli Bupati serta sesepuh-sesepuh Tonsea.








