Polemik Perkebunan Sawit PT.KKI Kembali Disorot, Jems Tuuk Sesalkan Alih Fungsi Lahan Pertanian di Sulut

oleh -360 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MANADO, Persoalan perkebunan sawit PT.Karunia Kasih Indah (KKI) yang ada di Desa Bolangat, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang sempat memanas pada tahun 2017 lalu, kembali disorot Anggota Pansus Irigasi DPRD Sulawesi Utara (Sulut) , Jems Tuuk.

Pasalnya, ekspansi tanaman sawit oleh PT.KKI telah merusak irigasi yang menjadi sumber air. Pun, hal tersebut menjadi salah satu alasan Jems Tuuk menyesalkan adanya alih fungsi lahan pertanian yang ada di Sulut.

Tuuk meminta agar baiknya peraturan daerah (Perda) irigasi bisa mengakomodir terkait pemberian sanksi. Menurutnya, irigasi diciptakan di sana (Sangtombolang) untuk siram-siram kelapa sawit.

“Kenapa Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) BPN (Badan Pertanahan Nasional) Sulut ketika dilapor langsung diganti. Karena ketika mereka buka peta pertama ditemukan sawah. Coba buka lagi sekarang, ketika dibuka peta cari titik koordinat ternyata sudah sawit. Ini tidak boleh. Bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 41 dan Peraturan Pemerintah Nomor 1 bahwa alih fungsi lahan itu harus berdasarkan persetujuan presiden,” tegas Tuuk, dalam pembahasan itu.

Dengan demikian menurutnya, ini tidak bisa sembarang. Alih fungsi lahan, bukan hanya berdasarkan rekomendasi bupati gubernur. “Apalagi dia berubah jadi kebun sawit. Tidak pernah ada karena di atas lahan itu pemerintah meletakkan jaringan irigasi sekunder dan tersier. Yang dahulu saya ribut karena irigasinya kena eskavator itu,” ungkapnya dalam pembahasan, Selasa (8/6), di ruang rapat Komisi III DPRD Sulut.

Sementara itu, dirinya mengkritisi naskah akademik yang mempersoalkan masyarakat mengubah lahan tanaman padi menjadi kolam ikan. “Dia buat pendekatan juga irigasi yang ada di Minahasa Utara (Minut) dibuat untuk kolam dan peternakan. Ya memang begitu, irigasi juga diperuntukkan untuk kolam yang memang bukan hanya padi,” ujar Tuuk yang juga anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Adolf Tamengkel menyampaikan, keberadaan irigasi yang ada di Bolmong perlu diperbaiki sehingga dia bisa beberapa kali panen. Adanya lahan sawit di Bolangat diakuinya membuat produksi beras turun. “Makanya perlu kita turun lapangan karena ujung-ujungnya kerugian masyarakat di Bolangat,” ucap Adolf dalam pembahasan yang dipimpin Ketua Pansus, Amir Liputo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.