PODIUMUTAMA-MINUT, Joune Ganda, Kolintang dan Bahasa Tonsea menjadi satu rangkaian yang tak bisa terpisahkan saat ini, bagaimana tidak Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang dilantik pada 26 Februari 2021, begitu peduli pada eksistensi musik kolintang, sehingga mampu terpilih secara aklamasi menjadi ketua DPD PINKAN Sulawesi Utara (Sulut),

Joune putra asli Desa Kaima ini dipilih karena sepak terjangnya yang dinilai memiliki kepedulian dan komitmen mendukung pelestarian, pengembangan serta pemberdayaan seni musik tradisional Kolintang di Sulut.

Sedangkan dalam upaya nya untuk melestarikan bahasa Tonsea, Bupati Joune melalui Dinas Pendidikan Minut sudah memasukkan dalam kurikulum muatan lokal (Mulok) dijenjang pendidikan SD dan SMP.

Rencananya pelaksanaan kurikulum mulok bahasa Tonsea akan running 13 juli 2021 dan sebagai pengajar adalah para pemerhati budaya tonsea yang tergabung dalam Paimpuluan Ne Tonsea dengan sistem mengajar dua kali pertemuan dalam seminggu.

Bupati Joune mengatakan, alat musik kolintang dan bahasa Tonsea adalah warisan budaya dari para leluhur yang harus dijaga kelestariannya,
“Saya sendiri di rumah masih aktif menggunakan bahasa Tonsea ketika berkomunikasi dengan mami saya, dan keluarga lainnya, harapan saya ketika bahasa Tonsea sudah dimasukkan dalam kurikulum, para generasi penerus kita bisa fasih dalam menggunakan bahasa Tonsea” ucap Bupati Joune kepada wartawan media ini, Jumat (11/6) sore.
Ditambahkan Bupati Joune, saat ini untuk melestarikan budaya suatu daerah, tidak hanya tugas dari pemerintah dan pemerhati budaya namun butuh peran serta masyarakat untuk mewujudkannya,
“Pangkalnya itu itu ada di masyarakat, jadi saat ini dukungan masyarakat sangatlah penting untuk melestarikan kolintang dan bahasa daerah kita, saya yakin semua lapisan masyarakat Minut memiliki asa yang sama untuk melestarikannya” tukasnya.(Adv)






