Wali Kota Manado Gelar Rapat Teknis Bersama PDAM

oleh -200 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MANADO, Wali Kota Manado Andrei Angouw melakukan rapat teknis dengan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manado diruang rapat Walikota. Hadir dalam rapat ini direktur utama (Dirut) PDAM Mecky Taliwuna, Asisten II Kota Manado dan direksi lainnya serta kepala dewan pengawas. Rapat ini membahas tentang normalisasi dan revitalisasi PDAM kota Manado dalam rangka menuju Manado sebagai kota metropolitan.

Taliwuna mengatakan, dalam pertemuan tersebut disampaikan gambaran yang sedang dilakukan PDAM saat ini khususnya potensi sambungan dan sabungan yang ada sekarang serta cakupan pelayanan di 11 Kecamatan. Permasalah di lapangan termasuk keluhan-keluhan masyarakat.

“Terdapat beberapa hal yang substansial dari permasalahan air bersih di kota Manado, seperti tidak dapat melayani sambungan baru khusus daerah pelayanan PDAM. PDAM tidak mampu melayani potensi 20.000 SR (Sambungan Rumah) untuk wilayah kecamatan Mapanget dan Bunaken Daratan kapasitas produksi IPA terbatas. Pelayanan air di tiap area tidak merata 1×24 jam,” kata Taliwuna, Jumat, (30/7).

Ia menambahkan, pada saat hujan produksi air menjadi keruh bahkan stop produksi dan distribusi. Pada saat aliran listrik mati distribusi air juga berhenti.

“Pada saat mesin pompa trouble produksi dan distribusi air terhenti. Tingginya NRW mengakibatkan DRD jauh lebih kecil dibanding kapasitas produksi. Kapasitas produksi tidak maksimal karena banyak masalah ditingkat produksi dan distribusi,” tuturnya.

Lebih lanjutan, masalah internal adalah soal Kapasitas Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yakni kapasitas terpasang dan kapasitas produksi di 9 IPA yang ada. Dalam rangka normalisasi, maka beberapa hal yang akan dibuat.

“Pengadaan dan pemasangan pompa. Pengadaan dan pemasangan genset. Pembangunan DAM, IPA, sedimentasi dan reservoar. Pengadaan lahan. Pengadaan dan pemasangan Meter Induk di IPA dan Reservoar Distribusi. Pembentukan Distrik Meter Area (DMA). Pemasangan jaringan distribusi khusus bisnis area dan rumah sakit,” lanjutnya.

Menurutnya, revitalisasi akan menyangkut pergantian jaringan pipa transmisi dan distribusi yang dipasang tahun 1971. Pemasangan jaringan pipa transmisi dari IPA Lotta sampai Reservoar Teling. Pemasangan jaringan pipa transmisi dan Res. Citra Land sampai Mapanget. Pemasangan jaringan pipa distribusi dari IPA Paal 2 sampai Perum Liwas. Pemasangan jaringan pipa distribusi dari Ternate Tanjung sampai Kairagi.

“Setelah adanya normalisasi dan revitalisasi maka diharapkan dari 9 IPA yang ada nantinya di 2023- 2024 akan menghasilkan kapasitas terpasang/produksi sebesar 922,6 termasuk perkiraan hingga tahun 2025 ketika Bendungan Kuwil selesai. Yang terakhir dibahas adalah anggaran yang akan digunakan dalam rangka normalisasi dan revitalisasi PDAM ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika ini dapat dilaksanakan sesuai rencana dan program maka beberapa hal akan terlayani hingga 2025 jumlah Sambungan Rumah (SR), penambahan SR, penduduk terlayani cakupan pelayanan, total kebutuhan produksi air, prosentase kehilangan air, kebutuhan jam puncak (1,5xQR), Kapasitas terpasang produksi serta surplus defisit kapasitas produksi.

“Semua ini akan dimaksimalkan berdasarkan kemampuan keuangan yang ada,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.