PODIUMUTAMA-MINUT, Kebijakan Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda dengan menurunkan para tutor pendamping di sekolah guna melestarikan bahasa daerah khususnya Bahasa Tonsea, mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Menurut Menteri PPPA, pengembangan bahasa daerah dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, sangat penting untuk terus ditanamkan kepada para generasi muda mendatang.
“Bagus, mencintai bahasa ibu itu menjadi bagian yang penting,” singkat Menteri PPPA di sela kunjungan kerja di Hutan Kenangan Kabupaten Minut, Rabu (20/10/2021).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Grace Punuh mendukung terobosan Bupati Minut tersebut dalam melestarikan bahasa daerah.
“Ini terobosan yang hebat untuk melestarikan budaya lewat bahasa daerah,” kata Grace Punuh saat dihubungi media, Selasa (21/9/2021).
Lanjut dikatakan Grace Punuh, terobosan Bupati Joune Ganda tersebut bisa dijadikan percontohan bagi daerah lain untuk memasukan bahasa daerah dalam mata pelajaran muatan lokal.
“Bisa jadi role model untuk bahasa daerah lain, seperti etnis Minahasa, Bolmong maupun Nusa Utara,” tukas Grace Punuh.
Diketahui, Bupati Minut Joune Ganda mengutus guru muatan lokal bahasa daerah Tonsea di PAUD, TK, SD, SMP Kabupaten Minahasa Utara, dan menjadikan Minut sebagai Kabupaten pertama di Sulawesi Utara yang memasukkan bahasa daerah dalam muatan lokal kurikulum sekolah.
“Kearifan lokal tidak boleh kita lupakan, justru harus kita perkenalkan secara luas budaya dan adat istiadat Kabupaten Minut, ” kata Bupati Joune Ganda.
Lanjut dikatakan Bupati Joune Ganda, standard kehidupan masyarakar diukur dari budaya kita sendiri. Sebab ada kebiasaan yang sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur kita.
“Terima kasih atas pemberian diri dari Tua-Tua adat yang dengan kerelaan mau ikut terlibat jadi pendamping, tutor pembelajaran bahasa Daerah Tonsea. Semoga kemampuan berkomunikasi anak didik dapat meningkat dan menimbulkan apresiasi terhadap budaya daerah sehingga bisa lebih mengenal serta berkemauan untuk menjaga budaya daerah yang kita miliki,” tukas Bupati Joune Ganda.







