Gubernur Sulut Olly Dondokambey Buka Konferensi Nasional ke-VI FKUB

oleh -248 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MINUT, Kerukunan antar umat beragama menjadi tonggak pemersatu di Indonesia terlebih khusus di Bumi Nyiur Melambai. Hal ini pun nampak, ketika Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey membuka Konfrensi Nasional ke VI Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (17/11).

Pembukaan Konferensi ke VI FKUB bersamaan dengan Pencanangan Minut sebagai Bumi Revolusi Mental.

Nampak hadir dalam Kegiatan tersebut, pimpinan dan anggota FKUB se-Indonesia, hadir juga perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Pembangunan Manusia, dan Kementerian Dalam Negeri.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyampaikan terima kasih atas nama Pemprov Sulut kepada Kementerian Agama yang sudah memberi restu penyelenggaraan Konferensi Nasional ke-VI FKUB di Bumi Nyiur Melambai.

“Walaupun di masa Pandemi Covid 19, berkat tuntunan Tuhan, kita semua diberikan kesehatan sehingga bisa hadir dalam pencanangan Bumi Revolusi Mental dan Pembukaan Konferensi Nasional FKUB,” kata Olly.

Ditambahkannya, Sulut sudah punya pengalaman lama membentuk forum kerukunan umat beragama. Tahun 1965 terbentuk BKSUA. Kemudian 2017 dibentuk FKUB.

“Kebanggan bagi kita FKUB dan BKSAUA bekerja sama dengan pemerintah menangani persoalan dan menjalankan program pemerintah di Sulut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulut ketika menghadapi Pandemi Covid 19 tahun 2020, dibantu tokoh agama menyalurkan bantuan sosial.

“Bantuan dikordinir tokoh agama disalurkan lewat gereja dan masjid, tidak lewat struktur pemerintahan.

Hanya dalam sebulan bantuan disalurkan ke sekitar 600.000 kepala keluarga terdampak pandemi Covid 19 saat itu,” lanjutnya.

Gubernur mengharapkan, FKUB tetap kerja sama dengan pemerintah di manapun berada, hasilnya persoalan bisa cepat ditangani Tokoh agama jadi panutan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Saya percaya semua persoalan tuntas, sehingga umat dan jemaat akan merasakan nilai tambah yang sangat baik,” ujar Ketua Forum Pria Kaum Bapak PGI ini.

“Ke depan tantangan lebih berat ke depan di era 4.0 hampir tak ada batasan lagi. Kejadian di luar negeri bisa diketahui saat ini, semua bisa dimonitor lewat media sosial

Tugas pemimpin umat bagaimana mengantisipasi hal-hal menjerumus warga negara ke depan,”sambung Ketua PGI Unsur non pendeta ini.

Dikatakannya, jika hal tersebut bisa dijalankan dengan baik, maka Indonesia bisa menuju pintu emas dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Pasalnya, potensi Indonesia besar baik Sumber daya alam maupun sumber daya manusia punya kapasitas tinggi.

“Kita berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama, berdamai dengan diri kita sendiri, dan kita berdamai dengan alam agar terhindar dari bencana. Tuhan memberkati kita semua,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.