Bupati Minut Joune Ganda : Ibu Adalah Guru Pertama Seorang Anak

oleh -256 Dilihat

 

PODIUMUTAMA-MINUT, Meneladani sosok Pahlawan Nasional dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Maria Walanda Maramis , kaum perempuan di tanah Tumatenden kembali diingatkan untuk terus mengembangkan potensi diri, serta menjadi wanita yang tangguh ditengah keluarga dan masyarakat .

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kabupaten Minut Joune Ganda saat diwawancarai wartawan media ini terkait peringatan hari ibu, Rabu (22/12).

“Ibu adalah sosok yang perannya sangat penting di dalam keluarga, melahirkan, membesarkan, memberikan pendidikan awal bagi anak, setiap ibu adalah dunia bagi anak-anaknya, ibu adalah guru pertama dari seorang anak. Untuk itu saya terus mengingatkan kaum perempuan agar membekali diri dengan ilmu, sejak usia dini, remaja, dan dewasa teruslah menimba ilmu yang akan menjadi bekal di dunia kerja, dan saat menikah kemudian memiliki keturunan” ungkap Bupati yang dikenal begitu dekat dengan sang ibu, mami Vonny Maramis.

“Selamat hari Ibu untuk semua ibu, khususnya mami dan istri saya yang adalah ibu dari anak saya” sambungnya.

Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega bersama putra terkasih Valentino Ganda

Diketahui, dikutip dari detik.com Sejarah Hari Ibu :

Dilansir dari buku “Merayakan Ibu Bangsa” yang ditulis I Gusti Agung Ayu Ratih dkk, hal yang dilawan pergerakan perempuan di Indonesia sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini adalah tatanan patriarki dalam masyarakat tradisional. Melihat permasalahan tersebut, kaum perempuan Indonesia tak tinggal diam

Dalam semangat dan keinginan untuk merdeka, Kongres Perempuan Pertama dilangsungkan pada 22-26 Desember 1928 di Yogyakarta. Selanjutnya pada 20-24 Juli 1935, Kongres Perempuan Kedua dilaksanakan di Jakarta.
Lalu, pada tahun 1938 dilaksanakan Kongres Perempuan Ketiga di Bandung. Kongres Perempuan Ketiga menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu nasional.

Tahun ini merupakan peringatan Hari Ibu yang ke-93 di Indonesia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Kongres Perempuan Pertama di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928 yang merupakan awal bangkitnya gerakan perempuan Indonesia. (Oktaviana Mundung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.