Joune-Kevin Ajak Guru Bertransformasi Menghadapi Era Revolusi Digital

oleh -285 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MINUT, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan, Bupati dan Wakil Bupati, Joune Ganda-Kevin Lotulung terus mendorong pemerintahan pada sistem digitalisasi.

Tak terkecuali bagi seluruh jajaran di satuan Pendidikan termasuk didalamnya adalah Guru. Hal ini dikarenakan perkembangan global yang menuntut era revolusi digital society 5.0 dan revolusi industri 4.0.

Bupati Joune Ganda melalui Kepala Dinas Pendidikan Aldrin Posumah dalam pelaksanaan seminar memperingati Hari Guru Nasional tahun 2022 di Pendopo Kantor Bupati, Jumat (25/11/22) , mengajak guru yang ada di Kabupaten Minahasa Utara untuk dapat bertransformasi pada era revolusi digital.
“Era digitalisasi sekarang ini sudah sejalan dengan kurikulum merdeka belajar. Kalau dulu masih memanfaatkan belajar dengan papan tulis dan kapur untuk mengajar, sekarang sudah menggunakan teknologi melalui media android untuk pengajar memberikan materi kepada pelajar,” jelas Kadis Aldrin sembari menyampaikan pesan Bupati yang tidak bisa hadir karena di waktu bersamaan sedang mendampingi Gubernur Olly Dondokambey di kegiatan mengalir Waduk Kuwil, Kawangkoan.

Lebih lanjut dikatakan Kadis Aldrin, bahwa sebagaimana yang disampaikan mas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, bahwa guru-guru yang ada di luar pulau Jawa dan Sumatera harus terus menggali potensi diri, kreatifitas dan keampuan.

“Ternyata implementasi kurikulum merdeka belajar itu, kita tidak perlu belajar di luar daerah. Kita hanya perlu menggali potensi yang ada di lingkungan sekitar kita. Sebab, potensi di tiap daerah berbeda-beda. Dimana, potensi di lingkungan saya, saya yang tahu. Sehingga, kitalah yang harus mengembangkan itu, bukan guru di pulau Jawa atau di Papua. Nah, hal inilah yang perlu dieksplore,” katanya.
Kadis Aldrin pun mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan sebuah inovasi dalam rangka mendisiplinkan guru di tiap sekolah. Dimana, absensi secara manual tidak lagi efektif, perlu dilakukan absen menggunakan finger. Sehingga akan ketahuan kapan guru itu datang dan kapan dia pulang. Penerapan ini perlu dilakukan dalam rangka penerapan disiplin. Sehingga semua bisa dipantau menggunakan media Handphone,” jelasnya sembari mengatakan kalau peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas Pemerintahan JG-KWL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.