Ketua Asprov PSSI Sulut Joune Ganda Hadiri Sarasehan PSSI se-Indonesia Yang Dipimpin Erick Tohir

oleh -98 Dilihat
oleh

PODIUMUTAMA-MINUT, PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir dianggap mampu membawa sepak bola Indonesia makin baik dan maju.

Dimana, pada Minggu (19/03/2023) PSSI mengadakan kegiatan sarasehan asprov PSSI se-Indonesia, yang berpusat di Le Meridien Jakarta JI. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Agenda tersebut, dihadiri seluruh ketua asprov PSSI se-Indonesia,

Pada kesempatan itu Ketua Umum PSSI untuk periode 2023-2027 Erick Tohir dalam sambutannya menjelaskan Sarasehan tersebut membahas rencana bergulirnya kembali kompetisi Liga 2 dan Liga 3 setelah Liga 1 2022-2023 usai.

“Kerja sama pengembangan sepak bola nasional bersama federasi negara lain yang lebih maju sepak bolanya, serta langkah-langkah lain dalam mencapai target peringkat 50 besar FIFA pada 2045,” Katanya.

Lanjutnya, Sarahsehan bersama seluruh ketua asprov digelar untuk mendapatkan masukan guna perbaikan sepak bola nasional.

“Pada sarasehan sebelumnya, PSSI bertemu dengan pemilik klub Liga 1 dan 2, kali ini sarasehan dihadiri asosiasi provinsi di seluruh Indonesia agar bisa menjalankan program dan membuat berbagai terobosan untuk perbaikan sepak bola yang berkelanjutan,” Jelas Erick.

Selain itu Ketua Umum PSSI Erick Tohir juga menjelaskan sarasehan bersama Asprov-Asprov, karena di bawah Asprov itu ada yang namanya pembinaan sehingga perlu untuk mendengar apa permasalahan sepak bola yang ada di provinsi seperti Piala Soeratin, Piala Pertiwi, semua nanti dibahas lewat pembentukan kelompok anggota komite eksekutif (exco).

Ditempat yang sama, Ketua Asprov PSSI Sulut Joune Ganda yang juga turut hadir pada kegiatan itu mengungkapkan saat ini untuk Asprov Sulut mengusulkan 3 point.

“Point pertama perihal PSSI harus memikirkan cara yang terbaik berkaitan tidak digelarnya putaran nasional piala soeratin (tujuannya tidak mematikan semangat berkompetisi bagi klub, yang telah berkompetisi di piala soeratin putaran provinsi),” Kata Bupati Minahasa Utara itu.

“Point kedua perihal nominal pelaksanaan kursus, meningkatkan SDM disepakbola karena selama ini biaya untuk melaksanakan kursus sangat besar dan sering kali pelaksana didaerah terkendala dengan besarnya biaya. Point ketiga perihal format kompetisi untuk Pra PON, berdasar pada jumlah provinsi, sudah seharusnya PSSI sebagai technical delegate menyiapakan konsep kompetisi terbaru untuk menambah jumlah peserta di PON melalui hasil kompetisi di Pra PON,” Jelas Ganda.

Sementara itu, Sekretaris PSSI Sulut Rachman Bachmid mengungkapkan bahwa usulan-usulan yang diajukan sudah mempertimbangkan setiap masukan dalam sarahsehan yang di persiapkan oleh peserta lainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.