PODIUMUTAMA-MINUT, Terus fokus mengembangkan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Kemenparekaf melalui Direktorat Pengembangan Destinasi II, Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur bersama Pemkab Minut melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk (Masterplan) Daya Tarik Wisata (DTW) Bukit Savana Lihunu, DPSP Likupang, Sulawesi Utara, pada Senin (20/03/2023) bertempat Hotel the Sentra Manado.
FGD penyusunan dokumen perencanaan daya tarik wisata pada Key Tourim Area (KTA) DSP Likupang, yaitu Daya Tarik Wisata Bukit Savana Lihunu, Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Kab. Minahasa Utara.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda turut hadir pada kegiatan FGD itu.
Dalam diskusi tersebut disampaikan Proses bisnis pekerjaan penyusunan master
Plan sudah mencapai 40% dimana saat ini sudah menapak pada Langkah ke-7 dari 15 dari tahapan yang harus dijalani.
Kegiatan FGD ini adalah untuk memaparkan hasil survey lapangan dan konsep pengembangan serta mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan pada 7 instansi Kementerian/Lembaga dari Pemerintah Pusat, 5 OPD Pemerintah Provinsi, 11 OPD Pemerintah Kabupaten dan 8 Perwakilan desa.
Narasumber dalam FGD tersebut adalah dari Biro Perencanaan dan Keuangan, Kemenparekraf yang membahas terkait Kebijakan DAK dan Tim Tenaga Ahli dari Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado dan Universitas Katolik De La Salle, Manado.
Peserta dalam FGD tersebut , Plt. Deputi Pengembangan Destinasi / Staf Ahli Kemenpar Frans Teguh
Sekretaris Deputi Oneng SetyaHarini.MSi, Tim Penyusun Masterplan Bukit Savana Lihunu, Camat Likupang Timur, Hukum tua Desa Lihunu dan perwakilan tokoh masyarakat.







