PODIUMUTAMA-MANADO, Komisi III DPRD Sulut menggelar rapat dengar pendapat bersama BPBD Sulut di Ruang Komisi III DPRD Sulut, Senin (3/7/2023). Dalam rapat itu, berbagai masukan dan usulan disampaikan pimpinan dan anggota Komisi III, termasuk Ketua Berty Kapojos.

Dalam Kesempatan tersebut, Politisi PDI Perjuangan Boy Tumiwa memberikan perhatian serius terkait dengan upaya Mitigasi yang dilakukan oleh BPBD

Ia pun meminta agar alat peringatan dini (Early Warning System) harus terpasang agar mengurangi resiko bencana yang lebih besar dan luas.
“Soal bencana manusia tidak dapat menerka kapan terjadi, tetapi dengan kecanggihan teknologi saat ini kita patut waspada paling tidak dengan memasang alat deteksi dini. Apakah Sulut sudah ada atau belum,” tanya mantan Ketua Dekab Minsel 2 periode ini.

Lanjutnya dengan tegas ada beberapa langkah yang harus menjadi perhatian dan wajib dilakukan untuk mitigasi bencana yakni menerbitkan peta wilayah rawan bencana,

memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana, mengembangkan sumber daya manusia. Mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Membuat bangunan yang berguna untuk mengurangi dampak bencana.

Dilain sisi Ketua Komisi III Berty Kapojos saat di wawancarai awak media, menjelaskan perihal RDP Bersama BPBD.

“Kepada BPBD Sulut saya mempertanyakan terkait program-program apa saja yang bisa kami bantu untuk disampaikan kepada BNPB,” ungkap Kapojos ketika diwawancarai setelah RDP itu berakhir.
Ia juga mengusulkan pihak BPBD Sulut untuk bisa membuat proposal, dan proposal itu nantinya akan dikawal. “Terkait penganggaran buat BPBD Sulut tahun 2024, kami selaku Komisi III akan terus mengawal, apalagi dianggaran perubahan tahun ini,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi III, Yongkie Limen, menyampaikan terkait kabupaten/kota yang sering terdampak bencana kirannya diperhatikan. “Dengan anggaran yang sangat kurang ini, saya mengusulkan kepada mereka untuk melakukan koordinasi dengan pihak BNPB,” jelasnya.
“Dari hasil diskusi dengan BPBD Sulut pada siang tadi, mereka tetap siap membantu jika dihubungi oleh pihak kabupaten/kota. Saya juga mengharapakan BPBD Sulut itu harus lebih proaktif, termasuk pembahasan anggaran untuk ke pusat,” pungkasnya.








