Hari Ini Tayang di Seluruh Bioskop di Indonesia, Ini Catatan Jurnalis Arthur Rompis Soal Film Loka Nanta

oleh -2806 Dilihat

PODIUMUTAMA-NASIONAL, Hari ini, Kamis (08/08/2024) tayang di seluruh Bioskop yang ada di Indonesia, Film Loka Nanta, film genre romansa cinta beda keyakinan, yang mengambil lokasi syuting di Sulawesi Utara (Sulut) , khususnya DPSP Likupang, Minahasa Utara, dan mengangkat Kolintang sebagai musik tradisional, Tanah Minahasa, yang juga melibatkan orang nomor satu di Minut Bupati Joune Ganda, yang berperan sebagai ayah dari pemeran utama Loka.

Gala Premiere penayangan Lokananta berlangsung di XXI Mantos, Manado, Sulut, Jumat (02/08/2024).

 

Berikut catatan seorang wartawan senior Arthur Rompis yang sudah malang melintang di dunia peliputan di Sulut.

Loka Nanta (Catatan Seorang Jurnalis)

Ada Deed Pool and Wolverine.
Tapi saya pilih nonton Lokananta. Jumat (2/8/2024), Gala Premiere penayangan Lokananta berlangsung di XXI Mantos, Manado, Sulut.

Saya pilih lokananta karena penasaran.
Gimana rupanya “mahluk” bernama Lokananta ini, yang katanya beda dan diproyeksikan masuk jajaran film Box Office bioskop Indonesia.

Saya memasuki pintu bioskop dengan skeptis, dimana saya pikir akan muncul sesuatu yang terlalu biasa dan mudah ditebak hingga membosankan dan pada akhirnya saya ketiduran, seperti pengalaman sebelumnya nonton film drama di bioskop.

Ternyata yang terjadi sebaliknya. Saya begitu excited sepanjang hampir dua jam di dalam bioskop. Ketika film usai, tepuk tangan terdengar bak koor. Saya salah satu yang bertepuk tangan paling keras sembari melakukan standing ovation.

Dengan penuh semangat saya menjabat tangan Fiedra Azalia dan Rinoa Aurora, dua pemeran utama yang kebetulan duduk di samping saya di kursi VVIP.

Tema cinta beda agama sesungguhnya klise.
Film genre ini sudah banyak. Tapi Lokananta memang beda. Cinta beda agama dalam Lokananta dihidupkan oleh kolintang, musik tradisional Minahasa. Cinta dan kolintang kemudian diberi nyawa oleh
keindahan alam Likupang. Cinta beda agama, kolintang dan alam. Inilah segitiga yang menjadikan lokananta anti klise dan berkelas. Plot cerita Lokananta sangat indah.

Bisa bersaing dengan Ayat Ayat Cinta, film lainnya yang menyajikan cinta beda agama. Dan kolintang hadir disana, bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai tulang punggung cerita.

Hadir sebagai batu penjuru kisah, kolintang menumbuhkan cinta Loka dan Nanta, memberinya makna dan arti, membawanya ke tahap kritis hingga menyatukan kembali keduanya dalam akhir yang penuh kejutan, romantis, berkesan sekaligus menyakitkan.
Entah bagaimana sang sutradara melakukannya.
Tapi itulah yang terjadi.

Kolintang dan cinta menyatu dengan sangat alami, dengan tetap menyisakan ruang hampa yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang mengalami cinta beda agama.

Ya, cinta beda agama adalah fenomena hidup yang buntu.
Film ini juga punya jasa terhadap mereka yang bercinta dalam kebuntuan dengan memberi jawab.

Sebagai seorang Kristen reformed, saya percaya bahwa tak dibenarkan pacaran dengan pasangan beda agama.
Tapi masalah tak sesederhana memaparkan firman tentang terang tak bisa menyatu dengan gelap.

Ada pergumulan batin yang keras.
Antara doktrin agama dan cinta yang lebih kuat dari maut.

Solusinya, menurut Lokananta, adalah menyerahkan cinta pada pencipta cinta itu. Kepada Tuhan. Pada akhirnya kita tahu bahwa iman di hati lebih dalam dari cinta sekuat apapun.

Disinilah Bupati Joune Ganda memerankan peran yang sentral sebagai ayah Loka yang ortodoks dan ia sangat sukses. Bagi saya, film ini menuai dua sukses.

Pertama sukses mengenalkan Kolintang dan Likupang.
Kedua sukses dalam hal komersil.
Lebih dari itu, bagi saya, Lokananta juga mengajarkan kita semua, terlebih warga Minut untuk tetap saling mencintai, meski beda pilihan politik. Cinta pada Minahasa Utara yang menyatukan kita. (Sumber : Postingan Halaman Resmi Milik Arthur Rompis Jurnalis TribunManado. Penulis Berita : OSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.