Podiumutama.com, KUPANG (Jumat, 12 September 2025) – Tim pengabdian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan inovatif berupa “Pembuatan disertai Pelatihan Puzzle Peta Indonesia Terintegrasi Media Pembelajaran Virtual Reality (VR) berbantuan Artificial Intelligence (AI)” di MTsN Kota Kupang.
Program ini dirancang untuk mendukung internalisasi Profil Pelajar Pancasila sekaligus meningkatkan kesadaran sejarah siswa.
Dipimpin oleh Ketua Tim Djakariah bersama anggota tim dosen Delsy Asriyani Dethan dan Christine Erika Meka, serta dua mahasiswa, Tresa Maning dan Ummi Fatihah Putri Lamen, program ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (DRTPM) Tahun 2025.
Ketua tim menjelaskan bahwa pembelajaran modern berbasis teknologi perlu dihadirkan agar siswa semakin tertarik mempelajari sejarah bangsa.
“Kami ingin menghadirkan media belajar yang interaktif sekaligus kontekstual. Puzzle peta Indonesia yang dipadukan dengan Virtual Reality dan AI memungkinkan siswa mengenal sejarah serta kebinekaan bangsa dengan cara yang lebih hidup,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, siswa tidak hanya menyusun puzzle peta Indonesia secara fisik, tetapi juga memperoleh akses informasi tambahan melalui perangkat virtual reality dan aplikasi android berbasis augmented reality.
Melalui pengalaman belajar berbasis teknologi ini, siswa dapat merasakan sensasi seolah-olah menjelajahi peristiwa sejarah secara langsung dalam dunia virtual. Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami.
Selain itu, integrasi teknologi VR mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kebangsaan. Dengan cara ini, siswa dapat belajar sambil bermain, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang jati diri bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kegiatan ini juga sejalan dengan misi Profil Pelajar Pancasila yang menekankan pentingnya nilai kebinekaan global, bernalar kritis, kreatif, mandiri, serta gotong royong.
Salah satu guru MTsN Kota Kupang menuturkan bahwa media pembelajaran ini memberikan pengalaman baru bagi siswa.
“Anak-anak sangat antusias karena bisa belajar sejarah dengan cara yang seru dan berbeda dari biasanya,” katanya.
Tim Undana berharap inovasi ini dapat menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai sekolah di Nusa Tenggara Timur maupun secara nasional, guna memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.






