PODIUMUTAMA-MINUT, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, terus melakukan beragam upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Tanah Tonsea.
Seperti di Kecamatan Kalawat, Camat Agustinus Dondokambey memanfaatkan secara optimal dana desa yang dialokasikan sebesar 20% untuk program ketahanan pangan nabati dan hewani.
Dondokambey menjelaskan bahwa anggaran dari pusat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa. Namun, ia juga mengakui bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Kalawat belum berfungsi secara maksimal.
“Beberapa Hukum Tua (kepala desa) sebagai penasihat BUMDes mengambil alih peran dalam penyediaan komoditas pangan. Seharusnya, BUMDes dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa, termasuk dalam hal ketahanan pangan.” ungkap Dondokambey belum lama ini.
Meski demikian, Dondokambey mengapresiasi potensi besar yang dimiliki Kecamatan Kalawat dalam sektor pertanian. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa desa dalam memasok jagung, rica (cabai), dan tomat ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Terutama bibit rica, tomat, dan terong yang ditanam di pekarangan rumah warga, hasilnya sangat memuaskan. Ini adalah potensi yang luar biasa,” katanya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dondokambey menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pasar. Ia memastikan bahwa program ketahanan pangan ini juga bertujuan untuk mengendalikan kenaikan harga yang signifikan.
“SPPG sudah melakukan pengecekan dan hasilnya positif. Semua komoditas steril dan siap dipasarkan,” ungkapnya.
Dondokambey berharap, dengan pengawasan yang ketat dari masyarakat dan pemerintah, serta evaluasi berkala, program ketahanan pangan di Kecamatan Kalawat dapat berjalan lebih efektif. Ia juga mendorong agar BUMDes dapat berperan lebih aktif dalam mengelola potensi pertanian di desa masing-masing.
“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BUMDes, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kecamatan Kalawat,” pungkasnya.(***)






