Raih Gelar Doktor, Bupati Joune Ganda Tak Kuasa Menahan Air Mata Mengingat Jasa Orang Tua

oleh -1856 Dilihat
Raih Gelar Dokter, Bupati Joune Ganda Tak Kuasa Menahan Air Mata Mengingat Jasa Orang Tua.

PODIUMUTAMA-JAKARTA, Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda telah resmi menyandang gelar
Doktor ilmu pemerintahan IPDN, Dr. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si
setelah melewati serangkaian ujian atas disertasi bertajuk, “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung-Minahasa-Manado (BIMINDO) di Provinsi Sulawesi Utara.” Sebuah tajuk yang kemudian dikenal dengan strategi “Model Ganda”.

Sidang Promosi Doktor sudah digelar pada Rabu (04/02/2026) , namun momen emosional yang tercipta dari haru, tangis dan bangga masih membekas pada setiap orang yang hadir pada momentum tersebut, bahkan bagi mereka yang melihat hanya dari cuplikan video yang dibagikan di media sosial.

Momen tersebut saat orang nomor satu di Tanah Tonsea itu, memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang sudah berjasa memberikan dukungan, selama ia menempuh pendidikan demi menyandang gelar doktor.

“Terima kasih atas setiap doa, terima kasih atas semangat, dukungan moral, kasih sayang dan cinta kepada istri tercinta Rizya Ganda Davega dan anak Valentino Rafael Ganda” ucap Joune Ganda dengan suara lantang disambut senyum manis penuh bangga dari istri tercinta Rizya Ganda Davega yang duduk dibarisan depan dan Putra Tersayang Valentino Rafael Ganda yang duduk dibelakang sang ibu.

Mami Vonny Maramis dan Bupati Joune Ganda semasa remaja.

Namun, suara lantang sang bupati terhenti, ia mengambil jeda, menarik nafas yang panjang, suaranya bergetar menahan tangis dan kesedihan saat ia mengucapkan kalimat penghormatan untuk orang tuanya, Almarhumah Mami Vonny Maramis dan Almarhum Papi Kemby Ganda juga Almarhum Papi Jo Dengah.

“Ijinkan saya menyampaikan rasa hormat yang tertinggi kepada orang tua saya, Mami Vonny Dengah Maramis atas setiap doa yang dinaikkan semasa mami masih bersama-sama sehingga begitu banyak kebahagiaan yang dirasakan sampai saat ini” ucap Joune Ganda dengan suara penuh kesedihan dan menahan tangis,

Air mata langsung menetes di pipi istri tercinta Rizya, pun istri Gubernur DKI Jakarta Ibu Endang Nugrahani tak kuasa menahan tangis, juga Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan, dan tepat dibelakang sang ibu, Valentino menyeka airmatanya, airmata bangga kepada sang ayah dan juga airmata sedih mengingat almarhum Oma Vonny yang sangat disayanginya.

Moment ini menjadi sakral, dimana saat itu Joune Ganda menjadi pengingat kepada semua yang hadir di dalam ruang akademik itu, bahwa landasan berpijak setiap insan adalah takut akan Tuhan yang sudah memberikan kita nafas kehidupan, dan menghormati orang tua yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan.

Joune Ganda adalah contoh nyata bakti seorang anak kepada orang tua bahkan ketika mereka (orangtua/red) sudah berada di alam berbeda dengan kita.

Kisah Joune Ganda, Dulu Jualan Popaya Tono Bupati Minut Dua Periode dan Juga Sekjen APKASI

Ada kisah perjuangan panjang yang tidak kenal lelah dari Bupati Minut Joune Ganda yang kini menyandang gelar Doktor.

Kisahnya pun patut untuk dijadikan contoh para generasi muda yang ingin menapaki karirnya hingga bisa sukses.

Joune Ganda terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara lahir dari keluarga yang bisa dikatakan sama seperti warga di desa pada umumnya.

Namun, sejak kecil ada yang berbeda dari sosok yang akrab disapa One ini. Sikap gigih, rajin dan tentunya sangat menghormati orang tua, sudah diperlihatkannya sejak mulai menempuh bangku sekolah dasar.

Tak hanya itu, bakat untuk menjadi seorang usahawan sudah diperlihatkannya saat membantu sang ibu Vonny Maramis yang pada masa itu berjualan es Popaya Tonoh, es yang mirip dengan asinan pepaya tapi tekstur pepayanya renyah. Tak malu karena harus menjajakan es Popaya Tonoh, Joune justru tumbuh jadi anak yang cepat tanggap di bidang hitung menghitung.

Bahkan ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Airmadidi, tak hanya berjualan es popaya tonoh, Joune juga diberikan tanggung jawab untuk menjaga warung milik orang tuanya yang dibuka di rumah mereka. Rupanya, inilah yang membuat Joune lebih bertanggung jawab dan mampu untuk memanajemen sebuah usaha walaupun masih dalam skala kecil.

Joune sendiri tak hanya jago dalam usaha, di bidang akademik pun dirinya punya kemampuan di atas rata-rata. Bahkan ketika menempuh pendidikan SMA di Kota Bitung, Joune selalu menunjukan prestasi. Joune memang menempatkan pendidikan sebagai nomor satu, sehingga dalam pencalonannya di Minut, dirinya masukan pendidikan sebagai fokus utama program kerjanya.

Setelah lulus sekolah, Joune langsung memberanikan diri untuk merantau dan menimba ilmu di Ibukota Jakarta. Joune kemudian memilih Institut Bisnis dan Informatika Indonesia. Saat ini institut ini berubah nama menjadi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.

Saat kuliah, Joune sering berjualan kaos yang dipesan dari Bandung dan di jual kembali pada teman kuliahnya. Ini yang digunakannya membiayai hidup sehari-hari.

Setelah lulus kuliah, Joune Ganda terus mengasa ilmu yang dia dapat dan mengembangkan beberapa bisnis sampai menjadi pengusaha sukses.

Namun Bupati Joune Ganda pernab bercerita bahwa kunci kesuksesan yang bisa diagapai dan pertahankan adalah menghormati dan menyayangi orang tuanya.

Sebelum menutup usia Almarhumah Mami Vonny Maramis pernah berbagi cerita kepada wartawan media ini, ia mengisahkan bahwa One sapaan sayang dari Mami untuk Bupati Joune Ganda, sejak kecil hingga sukses tidak pernah sekalipun melawan perkataan mami, membantah apalagi membangkang.

“One itu paling dengar-dengaran, nyanda pernah manyao pa mami, apa jo tu mami mo bilang One iyo akang (One itu anak penurut, tidak pernah membantah, apa yang sudah mami katakan pasti One iyakan” Mami Vonny mengisahkan dengan nada bangga. (OSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.