Investasi Minut Melejit di Tengah Krisis Global, Bupati Joune Ganda: Target 2026 Optimis Terlampaui

oleh -1569 Dilihat

 

Podiumutama.com, MINAHASA UTARA – Di tengah tekanan ekonomi global dan kebijakan efisiensi anggaran, kinerja investasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) justru menunjukkan tren yang mengesankan. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL), daerah ini terus memperlihatkan daya tarik kuat sebagai tujuan investasi, baik bagi investor domestik maupun mancanegara.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J.H. Dondokambey, mengungkapkan bahwa realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026 telah mencapai Rp779,18 miliar dari target tahunan sebesar Rp1,95 triliun.

“Persentase realisasi investasi Triwulan I Tahun 2026 sudah menyentuh 39,95 persen. Ini capaian yang cukup menggembirakan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Dondokambey, Selasa (5/4/2026).

Capaian tersebut ditopang oleh tingginya aktivitas penanaman modal dengan total 530 proyek, terdiri dari 437 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 93 proyek Penanaman Modal Asing (PMA). Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi ini juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan total 773 orang yang terserap, terdiri dari 474 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 299 tenaga kerja asing (TKA).

Secara sektoral, investasi di Minahasa Utara didominasi oleh lima bidang utama, yakni pertambangan sebesar Rp429,9 miliar, sektor listrik, gas dan air Rp141,8 miliar, hotel dan restoran Rp75,5 miliar, industri makanan Rp42,1 miliar, serta sektor perumahan dan kawasan industri Rp38,7 miliar.

Untuk investasi asing, tiga negara tercatat sebagai kontributor utama, yaitu Singapura dengan nilai investasi mencapai Rp435,6 miliar, Hong Kong (RRT) sebesar Rp10,9 miliar, dan Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp4,6 miliar.

Menurut Dondokambey, tren positif ini tidak terlepas dari kebijakan pro-investasi yang konsisten diterapkan pemerintah daerah. Pelayanan berbasis digital, profesional, transparan, serta bebas dari pungutan liar menjadi fondasi utama dalam menarik kepercayaan investor.

“Ini adalah hasil dari arahan pimpinan daerah yang menghadirkan konsep pelayanan ‘karpet merah’ bagi investor, sehingga seluruh proses perizinan menjadi lebih cepat, mudah, dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan optimisme tinggi terhadap capaian tersebut. Ia menilai realisasi investasi yang hampir mencapai 40 persen di awal tahun menjadi indikator kuat bahwa Minahasa Utara masih menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Sulawesi Utara.

“Capaian ini menegaskan bahwa Minahasa Utara tetap menjadi daerah yang diminati investor dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional,” ujar Joune.

Ia juga menyoroti peran strategis Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai pusat layanan terpadu yang mempermudah seluruh proses perizinan dan administrasi usaha dalam satu lokasi.

“Dengan capaian Triwulan I yang mendekati 40 persen, kami optimistis target investasi tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi melampaui target sebagaimana dua tahun sebelumnya,” tambahnya.

Meski demikian, Joune Ganda mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Ia menegaskan pentingnya menghindari birokrasi yang berbelit serta praktik pungutan liar yang dapat menghambat arus investasi.

“Pelayanan harus tetap cepat, transparan, dan bersih. Itu kunci agar kepercayaan investor tetap terjaga,” tegasnya.

Dengan capaian ini, Minahasa Utara semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Utara yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (OSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.