Pemkab Minut Gelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Airmadidi, Rica Gorontalo Jadi Primadona Diserbu Warga

oleh -845 Dilihat
Sekda Minut Novly Wowiling saat diwawancarai wartawan di sela-sela GPM di Pasar Airmadidi.

PODIUMUTAMA-MINUT, Masyarakat masih menjerit dengan harga cabai rawit (ricagorontal) yang masih betah berada di angka seratus lebih perkilogram.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lutulung melalui dinas terkait menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Airmadidi, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan dihadiri Sekda Minut Novly Wowiling, didampingi Asisten II Robby Parengkuan, Asisten III Jossy Kawengian, Kadis Pangan Asriyadi Lalompoh, Kadis Perdagangan Maximilian Tapada, Kasatpol PP Kumenaung, Direktur PUD Klabat Lidya Katuuk, Kabag Perekonomian, Camat Airmadidi dan Lurah Sarongsong I.

Warga yang begitu antusias menyerbu lapak GPM Pemkab Minut.

Pemkab menyiapkan 150 kupon untuk pembelian cabai rawit dan 200 sak beras, yang seketika ludes tak tersisa untuk kupon cabai rawit (ricagorontalo) yang jadi primadona diserbu warga.

Sekda Novly mengatakan GPM adalah respons atas lonjakan harga rica di pasaran.

“Setelah kita cermati, harga cabai di pasaran melonjak tinggi, untuk itu fungsi pemerintah hadir memberi solusi,” kata Sekda Novly Wowiling.

Di pasaran harga rica Rp110.000 hingga Rp140.000/kg, melalui GPM Pemkab Minut jual Rp90.000/kg.

“Pemerintah hadir memberikan alternatif harga lebih murah. Kami berharap ini beri kelegaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sekda menegaskan, intervensi pasar akan dilanjutkan hingga Desember 2026 dengan evaluasi berkala, jika terbukti menormalkan harga, program akan terus dilanjutkan.

Jajaran Pemkab Minut bersama Direksi PUD Klabat

Ia mengakui stok cabai terbatas bukan hanya di Minut, tapi hampir di seluruh daerah akibat iklim dan cuaca panas ekstrem.

“Berapa pun jumlah yang bisa kita dapatkan dari petani, tetap akan kita upayakan untuk masyarakat,” tutur Sekda.

Selain GPM, Pemkab juga akan menggandeng pasar modern dan supermarket lewat skema subsidi harga ke pedagang dan PUD Klabat agar harga jual di bawah pasar.

“Intervensi bukan hanya harga, tapi juga dari sisi budidaya,” tambah Sekda.

Saat ini Pemkab menyiapkan kebun percontohan (demplot) cabai yang sudah berumur 10 bulan lebih dan lebih dari 100 kg bibit dalam polybag.

Para camat juga didorong menggerakkan warga menanam cabai di polybag untuk menghadapi krisis air akibat cuaca panas.

“Ini langkah terpadu untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan mengurangi dampak kenaikan harga pangan,” tutup Sekda Novly Wowiling.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.