Ditengah Ujian Iman Karhutla, Sinode GMIM dan Jajaran Pemkab Minut Gelar Ibadah Doa dan Puasa

oleh -474 Dilihat
Ditengah Ujian Iman Karhutla, Sinode GMIM dan Jajaran Pemkab Minut Gelar Ibadah Doa dan Puasa.

PODIUMUTAMA-MINUT, Ditengah ujian iman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi saat ini, Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang dipimpin Bupati Joune Ganda menggelar ibadah doa dan puasa di Pendopo Pemkab Minut, Sabtu (17/10/2026).

Ini menjadi momentum untuk mendoakan daerah yang tengah menghadapi krisis kekeringan, karhutla, serta ancaman penurunan produksi pangan.

Bupati Minut Joune Ganda, mengajak jemaat menjadikan kondisi tersebut sebagai pokok doa sekaligus pengingat pentingnya upaya nyata dalam menghadapi dampak bencana.

Di hadapan peserta ibadah yang memenuhi pendopo, Bupati Minut dua periode itu menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIM karena telah memilih Kabupaten Minahasa Utara sebagai lokasi pelaksanaan ibadah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, saya menyampaikan banyak terima kasih karena daerah kita dijadikan tempat untuk melaksanakan ibadah doa dan puasa,” kata Joune.

Ia kemudian mengatakan Minahasa Utara masih menghadapi situasi darurat akibat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Pemerintah daerah bahkan telah beberapa kali memperpanjang status tanggap darurat karena titik-titik kebakaran belum menunjukkan penurunan sesuai harapan.

Menurut Joune, penetapan status darurat dilakukan agar pemerintah memiliki ruang untuk mengambil langkah lebih agresif, termasuk mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih, terutama warga di wilayah kepulauan.

Persoalan karhutla juga menjadi perhatian serius setelah api merambat mendekati kawasan hutan lindung Gunung Klabat.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran karena asap menyelimuti wilayah Minahasa Utara dan mengganggu kualitas udara.

Joune mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sehari sebelum ibadah memberikan kelegaan di tengah upaya penanganan kebakaran.

Namun, ia menegaskan petugas pemadam kebakaran tetap disiagakan, terutama untuk mencegah api dari area perkebunan menjalar ke kawasan permukiman.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus berupaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan bencana.

Selain karhutla, Joune mengingatkan dampak kekeringan terhadap produksi pangan dan daya beli masyarakat.

Menurut dia, penurunan produksi komoditas pertanian dapat mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok dan memperberat beban rumah tangga.

Ia mencontohkan, dengan jumlah uang yang sama, masyarakat kini berpotensi memperoleh lebih sedikit bahan pangan dibandingkan sebelumnya ketika harga masih lebih rendah.

“Kalau inflasi tinggi, tanpa kita sadari kemampuan daya beli langsung menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menjalankan sejumlah langkah, termasuk gerakan pangan murah dan upaya mendorong penanaman komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai, bawang dan tomat.

Joune Ganda berharap persoalan kekeringan, karhutla, ketersediaan air bersih, hingga ketahanan pangan dapat menjadi bagian dari doa bersama jemaat GMIM. Ia juga menekankan pentingnya ikhtiar dan langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dialami masyarakat.

Ibadah Doa dan Puasa Sinode GMIM tersebut dipimpin oleh Pdt Adolf Katuuk Wenas dan dihadiri unsur pelayanan GMIM dari berbagai wilayah dan jemaat.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.