Komisi IV Deprov Sulut Bahas APBD-P 2025 Bersama Dikda, Vionita Kuera Meradang SMA Siau Mangkrak Sejak 2018

oleh -1578 Dilihat
Komisi IV Deprov Sulut Bahas APBD-P 2025 Bersama Dikda, Vionita Kuera Meradang SMA Siau Mangkrak Sejak 2018.

PODIUMUTAMA-SULUT, Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut) melanjutkan rapat dengar pendapat (RDP) bersama mitra kerja guna membahas program kerja pada APBD-P 2025.

Kali ini komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat itu menggelar RDP bersama dinas pendidikan daerah (dikda) Sulut, Senin (25/08/2025).

Dalam kesempatan tersebut, personel komisi IV Vionita Kuerah meradang, pasalnya dua proyek pembangunan sekolah di wilayah Siau yang hingga kini belum juga rampung alias mangkrak

“SMA Negeri 1 Siau Barat mulai dikerjakan sekitar tahun 2017 atau 2018. Proyeknya awalnya adalah renovasi dua ruang kelas menjadi bangunan dua lantai. Tapi realisasinya hanya sampai struktur saja, hanya terlihat rangka bangunan,” seru Vionita kepada Dikda Sulut yang diwakili Sekretaris Diknas Provinsi Sulut, Jefrie Runtuwene

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kelanjutan anggaran untuk proyek tersebut. “Dua ruang kelas yang dibongkar tidak pernah diselesaikan. Sudah bertahun-tahun begitu saja.”

Vionita juga mempertanyakan peran kepala sekolah setempat yang sudah menjabat hampir delapan atau sembilan tahun. “Setiap saya reses, warga selalu menanyakan masalah ini. Anehnya, saat saya tanya siapa yang bertanggung jawab atas proyek itu, kepala sekolah malah bilang tidak tahu.”

Menanggapi hal tersebut, Jefrie menyatakan akan memeriksa ulang anggaran proyek tersebut.

“Nanti kami cek lagi soal anggarannya, terutama yang berkaitan dengan struktur bangunan dua lantai itu,” ucapnya.

Vionita menilai kejanggalan proyek semakin jelas karena tidak ada papan proyek di lokasi.

“Itulah yang jadi pertanyaan saya, siapa sebenarnya yang mengerjakan bangunan di SMA Negeri 1 Siau Barat?” lanjutnya.

Tak hanya di Siau Barat, kondisi serupa juga terjadi di SMA Negeri Siau Timur. Menurut Vionita, di sekolah itu hanya dibangun tiangnya saja, lalu kontraktornya kabur. “Saya heran, apakah proyek-proyek ini pernah diaudit atau tidak.”

“Mohon berikutnya para kontraktor seperti ini mohon di Blacklist dari semua proyek yang ada, apalagi berkaitan dengan renovasi sekolah dan sebagainya,” terangnya.

Kembali sekretaris Jefrie menjawab. “Siap, terkait persoalan 2 sekolah ini, nanti akan ditindaklanjut.”

Wakil ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, Louis Carl Schramm pun menambahkan aspirasi yang disampaikan oleh rekannya, Vionita Kuera.

“Kepada Dinas Pendidikan mohon jangan ada lagi sekolah yang mangkrak, karena ini berdampak negatif. Seperti yang ada di daerah Ibu Vionita, mohon itu segera diperhatikan,”sambungnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.