PODIUMUTAMA-MANADO, DPRD Sulut menggelar paripurna mendengarkan pidato kenegaraan dan pengantar nota keuangan
Presiden RI Joko Widodo, Selasa (16/8).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut dan dihadiri Gubernur Olly Dondokambey.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan soal sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pengumuman ekonomi nasional.
“Pemerintah melakukan penguatan stabilitas sistem keuangan inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3%,” katanya.
Selain itu, kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk menggantisipasi tekanan inflasi dari eksternal terutama inflasi energi dan pangan.
Lanjutnya, asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat rata-rata.
Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di sekitar 14.750. Negara 10 tahun diprediksi adalah 5 persen selanjutnya harga minyak mentah ITP diperkirakan akan berkisar pada 90 US Dollar. “Di sisi lain dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660.000 per barel per hari dan 1,05 juta setara minyak per hari,” jelas Jokowi.
Dikatakannya, pemerintah terus melakukan pencapai beberapa langkah ke depan dalam pencapaian inovasi teknologi di banyak bidang.
Menghadapi Ini semua tidak ada pilihan lain bagi kita untuk tidak investasi besar-besaran pada sumber daya manusia teknologi engineering dan matematika. Untuk mengantisipasi kebutuhan dan distruksi pasar tenaga kerja di tengah perkembangan teknologi namun pondasi pendidikan dasar anak-anak kita terkait budi pekerti gotong royong berbudi luhur haruslah tetap menjadi ruh dan identitas jiwa.
“Sebagai bangsa terbesar ke empat di dunia maka Indonesia menjadi sasaran yang sangat potensial. Tentu kita tidak ingin hanya menjadi sasaran pasar dari produk luar, kita perlu memperkuat upaya dan kebijakan yang dapat meningkatkan kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.






