Akan Ikuti Asesmen Penilaian Faktual, Bupati dan Wakil Bupati Minut Tinjau Kesiapan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa

oleh -364 Dilihat

PODIUMUTAMA-MINUT, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tengah mematangkan persiapan dalam mengikuti asesmen penilaian faktual, tujuh belas standar LPSE oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, yang rencanakan akan dilaksanakan secara daring, pada besok hari, Selasa (28/12).

Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati Minut, Joune Ganda-Kevin Lotulung bersama Penjabat Sekda Rivino Dondokambey meninjau langsung kesiapan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa yang dipimpin Kabag Lidya Warouw, Senin (27/12).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Joune Ganda mengatakan, transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang mampu bersaing dengan negara lain. Meski demikian, transformasi tersebut harus mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indonesia.

“Kabupaten Minahasa Utara, dibawah kepemimpinan saya dan Pak Wakil Kevin Lotulung, kami mendukung penuh dan mendorong Gerakan Transformasi Digital Indonesia, di daerah ini dan Kabupaten Minut adalah yang pertama di Indonesia Timur yang mengaplikasikan teknologi Internet of Things (IoT) secara penuh pada Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa, Sekretariat Daerah” ungkap Bupati berlatar belakang pengusaha sukses ini

Lanjut Bupati Joune Ganda, pemerintah pusat telah bekerja keras membangun konektivitas nasional kita. Untuk itu konektivitas digital harus tetap berpegang teguh kepada kedaulatan bangsa di tengah globalisasi dan hiperkompetisi sekarang ini. Integrasi perangkat dan barang-barang teknologi yang sudah ada dengan IoT ini, melalui puluhan sensor-sensor yang berkomunikasi secara mandiri (Machine to Machine), yang setidaknya sudah jalan 10% Machine Learning atau Kepintaran Buatan yang seiring waktu, dengan terkumpulnya data, maka akan semakin memahami maksud dan tujuan perlindungan dan pencegahan kebencanaan, sebagaimana tujuan perangkat teknologi ini dibuat. Kebencanaan yang dimaksud adalah kebencanaan yang disebabkan oleh alam, dan non-alam didalamnya termasuk kegagalan teknologi, kegagalan kelistrikan serta aksi sabotase oknum tertentu.

“Pengaplikasian teknologi Internet of Things (IoT) secara penuh pada Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa, Sekretariat Daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, dilakukan oleh perusahaan start-up lokal di Provinsi Sulawesi Utara, dengan kandungan komponen mentah 45% dari negara luar, dan 55% dari kandungan komponen mentah dari Indonesia sendiri. Sistem ini dibangun dengan menganut Sumber Terbuka (Open Source) yang dibuat oleh putra daerah, maka sangat memungkinkan untuk pengembangan lanjutan kedepan dan fungsi yang lebih baik lagi” urainya.

Sementara itu Kabag Lidya Warouw mengatakan, kesiapan yang hampir 75 persen untuk persyaratan penilaian faktual 17 standar LPSE Kabupaten Minut, berbasis teknologi dengan inovasi IoT untuk mendukung terciptanya pelayanan prima.

“Inovasi ini merupakan wujud nyata dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, untuk diketahui persiapan ini sudah kami godok  sejak lima bulan lalu,” ungkapnya.(*/Oktaviana Mundung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.