Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Inggried Sondakh Kembali Ingatkan Bahaya Radikalisme

oleh -381 Dilihat

PODIUMUTAMA-MINAHASA, Guna melaksanakan tugas pokok sebagai wakil rakyat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Inggrid Sondak menggelar Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang), Jumat (18/02/2022) di Desa Kalasey I Jaga 2, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini pun dihadiri tokoh agama masyarakat setempat.

Dikatakannya, Sosbang yang dilaksanakan DPRD Sulut sangat penting.

“Dalam kenyataan intelektual banyak masyarakat tidak tahu bahkan tidak mengerti kalau ternyata pemerintah dan DPRD telah menyelenggarakan perda. Bukan hanya perda yang penting disosialisakan, kami juga memandang sangat penting melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan,” katanya.


Ditambahkannya, sosialisasi wawasan kebangsaan sama seperti sosialisasi empat pilar. Kondisi secara global banyak sekali ancaman radikalisme, terorisme, bahkan ancaman di dunia maya.

“Dengan adanya media sosial yang tanpa batas sehingga sangat penting masyarakat di support untuk mengingat kembali terkait wawasan kebangsaan,” kata Sondakh yang juga Srikandi Partai berlambang pohon beringin itu.

Lebih lanjut, wawasan kebangsaan bukan hanya bicara ke-Indonesiaan yakni satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

“Karena apabila berbicara soal wawasan itu berarti disatukan dalam sejarah yang sama,” katanya

Legislator Dapil Minahasa-Tomohon ini juga menyentil pendiri negara ini yakni Presiden Pertama Indonesia, ir. Soekarno pernah mengingatkan soal “Jasmerah”.

“Jagan sekali-sekali melupakan sejarah, karena ternyata sejarah ini yang menumbuhkan perasaan bersama (sense of belonging),” ungkap Putri mantan Gubernur Sulut ini.

Ditegaskan lagi oleh nya, dalam Peraturan Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2021 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan disebutkan upaya untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan paling sedikit bisa memahami apa yang di maksud dengan Empat Pilar.

“Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urai Inggrid.

Inggrid pun berharap para Tokoh Masyarakat yang hadir di kegiatan itu bisa melanjutkan maksud dan tujuan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut kepada masyarakat luas.

Diakhir sosialisasi lantang disampaikan Inggrid bahwa NKRI itu adalah Harga Mati.

Untuk diketahui, turut hadir sekaligus memandu kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yaitu Lurah Desa Kelasey, Lely Tongari juga staf Sekretariat DPRD Sulut yang dipimpin langsung Kabag Umum, Jhon Paerunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.