PODIUMUTAMA-MANADO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat koordinasi (Rakor) verifikasi faktual (Verfak) kepengurusan dan keanggotaan partai politik, bersama stakeholder dan media untuk membahas potensi kerawanan pemilu, Kamis (13/10/2022) di salah satu hotel berbintang di Manado.
Plt Ketua KPU Sulut Meydi Tinangon yang membuka kegiatan mengatakan ada dua tahapan besar yaitu verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.
“Yang akan diverifikasi administrasi yaitu partai yang memiliki kursi di parlemen. Sedangkan yang akan diverifikasi faktual adalah yang tidak memiliki kursi di parlemen,” jelasnya.
Ia pun meminta semua pihak untuk bisa mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan pemilu.
Dalam rakor itu juga dibahas sejumlah itu potensi kerawanan yang terjadi saat pemilu.
Karo ops Polda Sulut Kombes Pol Drs RW Wirawan memetakan sejumlah potensi kerawanan seperti ketidaknetralan penyelenggara pemilu, isu SARA atau politik identitas, netralitas TNI/Polri serta konspirasi dan money politik.
“Selain itu, potensi kerawanan lain yang kerap terjadi seperti intimidasi, teror, sengketa pemilu dan ujaran kebencian di media sosial,” katanya.
Rakor juga diisi sejumlah narasumber seperti Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan, pimpinan Bawaslu Awaludin Umbola, Kaban Kesbangpol Ferri Sangian dan komisioner KPU Sulut Yessy Momongan.






