PODIUMUTAMA-SULUT, DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah melaksanakan kegiatan Reses masa sidang kedua tahun 2026 di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Pimpinan dan anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggaran (Mitra) Michaela Elsiana Paruntu, Stella Marlina Runtuwene dan Eldo Wongkar dan Pricylia Rondo pun menggelar kegiatan Reses di sejumlah titik strategis yang tersebar di wilayah daerah pemilihan, seperti kelurahan, desa, maupun kecamatan

Michaela Elsiana Paruntu Serap Aspirasi Masyarakat Minahasa Selatan
Wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Michaela Elsiana Paruntu melaksanakan kegiatan Reses I Masa Persidangan Kedua Tahun 2026.
Michaela melaksanakan kegiatan Reses di beberapa titik diantaranya di desa Rumoong Kabupaten Minahasa Selatan.
Di desa Rumoong, Michaela berdiskusi bersama masyarakat dan memberi kesempatan kepada masyarakat desa Rumoong untuk menyampaikan berbagai masukan, usulan, serta harapan terkait pembangunan daerah.
Dalam diskusi bersama masyarakat desa Rumoong, Michaela menegaskan bahwa, pentingnya reses sebagai sarana komunikasi langsung antara DPRD dan masyarakat.
Menurut Michaela, seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Reses ini menjadi wadah bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami tampung dan tindak lanjuti sesuai kewenangan,” ucap Michaela Senin, (30/3/2026).
Tak hanya itu, Michaela berharap agar komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga setiap program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Dengan adanya komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Michaela.
Stella Runtuwene Serap Aspirasi Masyarakat Ratahan, Ranoketang, dan Kilotiga

Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan masa reses I Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Maret 2026. Momentum ini dimanfaatkan para legislator untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Salah satu yang aktif menjalankan agenda tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marlina Runtuwene.
Politisi Partai NasDem ini mengunjungi sejumlah titik di daerah pemilihannya, meliputi wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Minahasa Selatan (Minsel), tepatnya di Ratahan, Ranoketang, dan Kilotiga.
Dalam setiap pertemuan, Stella Runtuwene menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menjaring dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, ia menjelaskan peran strategis DPRD dalam merumuskan kebijakan serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah daerah.
“Reses menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami perjuangkan, baik dalam pembahasan program pemerintah maupun dalam pokok-pokok pikiran DPRD,” ungkap Politisi Partai NasDem itu.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak dan menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.
Beberapa aspirasi yang mencuat di antaranya:
Bantuan peralatan pertanian untuk meningkatkan produktivitas
Penyediaan bibit jagung dan kelapa bagi petani
Perbaikan infrastruktur jalan yang rusak
Permintaan pengaktifan kembali layanan BPJS Kesehatan
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian dan infrastruktur, mengingat kedua sektor tersebut menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan melalui BPJS juga menjadi kebutuhan vital yang diharapkan dapat segera ditangani.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Stella Marlina Runtuwene menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi sesuai dengan kewenangan yang ada.
Ia memastikan bahwa aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan diperjuangkan melalui DPRD Sulut. Sementara untuk kewenangan pemerintah kabupaten, pihaknya akan melakukan koordinasi lintas lembaga agar tetap bisa ditindaklanjuti.
“Pada prinsipnya semua aspirasi akan kami kawal. Yang menjadi kewenangan provinsi akan kami dorong di DPRD, dan yang menjadi kewenangan kabupaten akan kami koordinasikan dengan DPRD kabupaten,” tegas Anggota DPRD Sulut Dua Periode itu.
Di akhir kegiatan, Stella juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat yang hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin dengan baik, sehingga setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.
Reses Anggota DPRD Sulut, Eldo Wongkar Beri Perhatian Serius ke Atlet Muda

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Eldo Wongkar melaksanakan Reses I masa persidangan kedua tahun 2026 di dua lokasi di daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.
Kegiatan Reses merupakan agenda resmi yang dilaksanakan anggota DPRD di luar gedung dewan, dengan tujuan menjaring berbagai masukan, keluhan, serta kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
Sebagai anggota DPRD Sulut termuda, Eldo menyerap aspirasi anak muda di desa Motoling, bahkan ikut terlibat langsung pada kegiatan olahraga bersama para Pemuda di Motoling Kabupaten Minahasa Selatan.
Eldo juga melakukan diskusi dengan para pemuda dan hukum tua desa Motoling untuk mendapatkan informasi serta menyerap aspirasi para anak muda.
Kegiatan Reses Eldo Wongkar juga di gelar di Kecamatan Tenga Minahasa Selatan yang juga ikut berbaur dalam kegiatan olahraga bersama masyarakat Kecamatan Tenga.
Sama halnya dengan para pemuda desa Motoling, Eldo juga berdiskusi bersama para atlet-atlet muda di Kecamatan Tenga guna mendapatkan informasi serta menyerap berbagai aspirasi di bidang olahraga dan keluhan dari para anak-anak muda.
Berbagai aspirasi mengemuka dalam kegiatan Reses anggota DPRD Sulut Eldo Wongkar yang telah di tamping dan siap diperjuangkan melalui gedung rakyat.
Kegiatan Reses anggota DPRD Eldo Wongkar berlangsung dengan lancar dan sangat penuh antusiasme masyarakat, yang menunjukkan tingginya harapan terhadap peran Eldo Wongkar di DPRD sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.
Pricylia Rondo Laksanakan Reses di Empat Titik Dapil Minsel Mitra

Pricylia Rondo Legislator Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra)
Srikandi PDI Perjuangan ini turun langsung ke titik-titik krusial guna memastikan suara masyarakat di tingkat akar rumput terdengar hingga ke gedung parlemen.
Reses berlangsung di empat titik antara laij; Desa Kinalawiran, Sondaken, Molinow, dan Radey ini, menjadi wadah bagi warga untuk menyuarakan berbagai kebutuhan mendesak yang mencakup sektor infrastruktur, pertanian, kelautan, hingga kesehatan.
Infrastruktur
Aspirasi utama yang mencuat adalah tuntutan perbaikan infrastruktur dasar. Masyarakat menegaskan bahwa mobilitas ekonomi sangat bergantung pada kondisi akses jalan.
Warga juga berharap perbaikan ruas jalan Perkebunan dan pengaspalan jalan desa guna mempermudah pengangkutan hasil bumi.
Fasilitas pendukung lainnya, warga meminta perhatian perbaikan jembatan penyeberangan serta saluran drainase untuk mencegah banjir, trotoar, maupun pelebaran jalan utama guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Wakil Ketua Komisi II ini menerima banyak masukan terkait ketahanan pangan terutama saran produksi pertanian melalui bantuan bibit unggul (jagung, padi, kelapa) serta ketersediaan pupuk organik dan kimia termasuk kebutuhan akan alat mesin pertanian (hand tractor, mesin rontok, dan pompa air) dinilai sangat mendesak.
Warga juga meminta adanya pelatihan teknis mulai dari masa tanam hingga pascapanen, serta solusi nyata berupa obat-obatan untuk menangani bakteri pada tanaman kelapa dan durian.
Sektor Kelautan dan Perikanan
Masyarakat nelayan mengeluhkan minimnya alat tangkap modern dan sulitnya akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menghambat produktivitas melaut.
Sehingga masyarakat juga mendorong penguatan ekonomi lokal melalui dukungan UMKM termasuk bantuan permodalan bagi pelaku usaha kecil, terutama di kawasan produktif seperti destinasi wisata Pantai Molinow.
Lingkungan Hidup
Masyarakat menyampaikan usulan pengadaan mesin penghancur plastik guna menekan pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah.
Sektor Kesehatan
Warga berharap adanya program pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala. Selain itu, warga Desa Radey memberikan catatan kritis mengenai tata kelola bantuan pemerintah. Mereka meminta adanya sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme pengajuan bantuan agar bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Yang menarik, kegiatan reses legislator Sulut Pricylia Elviera Rondo tidak sekadar menampung catatan, namun memberikan solusi cepat dan tepat melalui pembagian produk inovatif hasil produksi Komunitas Kolom Mapalus Sulawesi Utara yang ia ketuai.
Langkah ini dipandang sebagai kontribusi nyata dalam pemberdayaan berbasis solusi.
Produk yang disalurkan meliputi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk memacu produktivitas lahan petani.
Ada juga Bio Nutrisi Ternak untuk meningkatkan kualitas peternakan skala rumah tangga serta cairan Biodekomposer yang merupakan produk sanitasi rumah tangga yang efektif menghilangkan bau tidak sedap pada limbah/WC sekaligus menjaga kesehatan lingkungan pemukiman.
Pricylia Rondo pun menegaskan, seluruh poin aspirasi, termasuk isu pemotongan dana desa dan keseimbangan harga komoditas pertanian, akan menjadi bahan evaluasi kebijakan di tingkat provinsi.
“Aspirasi ini bukan sekadar catatan, melainkan mandat. Sinergi antara kebutuhan masyarakat dan inovasi yang kami bawa melalui semangat Mapalus adalah kunci untuk mendorong kesejahteraan yang berkelanjutan di Sulawesi Utara,” ujar Pricylia.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan besar dari masyarakat agar pemerintah dapat merealisasikan berbagai usulan teknis yang telah disampaikan demi kemajuan wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.(Adv)






