Bumi Nyiur Melambai Diselimuti Kabut Asap, Legislator Sulut Pro Rakyat Amir Liputo Desak Pemerintah Segera Bertindak

oleh -952 Dilihat
Pemandangan Gunung Klabat yang tidak terlihat sama sekali karna ditutupi kabut asap.

PODIUMUTAMA-SULUT, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai, saat ini dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja.

Sejumlah wilayah Sulut sudah dipenuhi asap, diantaranya kebakakan hutan lindung Gunung Klabat menjadi perhatian serius yang mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila paparan asap berlangsung terus-menerus.

Legislator pro rakyat yang duduk di Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo, meminta dinas terkait yang ada di Provinsi segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kondisi udara dan mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas, terutama bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara belum dipastikan aman.

“Kalau kondisi udara sudah dipenuhi asap, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Warga yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas fisik berat dan menghindari paparan asap selama kondisi belum membaik,” kata Amir Liputo.

Amir juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, BPBD untuk membantu pemerintah kabupaten/kota.

Apabila asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan, pemerintah perlu memastikan penanganan titik api berjalan cepat, disertai pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran. Namun, penyebab asap harus terlebih dahulu dipastikan berdasarkan pemeriksaan di lapangan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Anak-anak, lanjut usia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian khusus.

Pemerintah dalam hal ini dinas terkait juga didorong menyampaikan informasi kualitas udara secara terbuka dan berkala agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan yang tepat.

Bagi DPRD Sulut, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius melalui fungsi pengawasan terhadap instansi terkait, sehingga upaya pencegahan dan penanganan tidak berhenti pada imbauan semata.(***)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.